Indonesia cuma menyisakan satu wakil di babak perempatfinal Korea Open Superseries, 7-12 Januari 2014. Satu-satunya wakil yang tersisa adalah ganda putri Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii.
Di turnamen ini, Indonesia memang tak menurunkan kekuatan penuh. Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan absen karena tengah mempersiapkan diri untuk Malaysia Open Super Series Premier, 14-19 Januari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang sangat tidak diinginkan banyak pemain yang sudah rontok di awal. Tetapi yang turun lebih banyak pemain lapisan kedua," ujar Rexy, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, dalam rilis yang diterima detikSport, Jumat (10/1/2014).
βGanda putra biarpun gagal tetapi sudah memberikan perlawanan yang cukup sulit kepada lawannya yang lebih banyak pengalaman dan bahkan juara All England 2013. Cuma tunggal putri yang disayangkan, kekalahannya sangat telak,β imbuhnya.
Dua tunggal putri yang tampil di turnamen ini gagal melewati babak pertama. Aprilia Yuswandari dikalahkan Sayaka Takahashi (Jepang), sedangkan Hera Desi menyerah di tangan Yao Xue (China).
Sementara itu, di nomor tunggal putra, Dionysius Hayom Rumbaka dikalahkan Boonsak Ponsana di babak kedua. Tommy Sugiarto dan Simon Santoso malah langsung rontok di babak pertama, setelah masing-masing kalah dari Tian Houwei dan Chen Long.
βDi antara semua yang kalah, saya kecewa dengan penampilan Simon dan Hayom. Mereka kalah dengan angka yang cukup jauh,β komentar Ricky, yang kini menjabat sebagai Kasubid Pelatnas.
(mfi/fem)











































