Kerja sama PBSI dan Jepang terjalin setelah Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan melakukan pertemuan dengan Imae Sigimitsu (Wakil Ketua Umum Nippon Badminton Association), Hori Kenichi (Perwakilan Pemerintah Daerah Akita), dan Saito Eigichi (Presiden Direktur Hokuto Bank) pada Kamis (30/1) di Senayan National Golf Club, Jakarta.
"Saya ucapkan selamat kepada Jepang yang menjadi tuan rumah di Olimpiade 2020. Pertemuan ini diharapkan dapat mempererat hubungan baik antarnegara bulutangkis di Asia," kata Gita dalam rilis yang diterima detikSport.
"PBSI menyambut baik kerja sama ini. Kami juga berharap Jepang dapat mengikuti langkah Indonesia dengan berpartisipasi pada Badminton Adoption Programme demi kemajuan bulutangkis di Asia," tutur Sekretaris Jenderal PP PBSI, Anton Subowo, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Sebagai realisasi dari kerja sama dengan Jepang, tim bulutangkis Indonesia akan mendapatkan tempat latihan khusus selama perhelatan Olimpiade 2020. Dalam kejuaraan Japan Open Super Series mulai tahun ini, Jepang juga akan mengundang para pemain beberapa hari sebelumnya, untuk berlatih bersama di Akita, yang letaknya tak jauh dari Tokyo.
"Pemda Akita akan mengundang pebulutangkis yang akan bertanding di Japan Open untuk berlatih kira-kira seminggu atau beberapa hari jelang kejuaraan. Seluruh akomodasi dan training camp akan kami sediakan. Begitu juga di Olimpiade Tokyo 2020 nanti, kami akan mengakomodir training camp bagi tim bulutangkis Indonesia untuk penyesuaian diri dan persiapan yang lebih optimal," tutur Hori.
"Kami tak hanya ingin menjalin kerja sama di bulutangkis saja. Mungkin diawali dari bulutangkis, tapi ke depannya kami juga ingin bekerja sama dengan cabang-cabang lain. Akita merupakan salah satu daerah yang menjadi pendukung persiapan Olimpiade Tokyo 2020," imbuhnya.
Sementara itu, Jepang akan mengirimkan sejumlah pemain yang tergabung dalam tim bulutangkis Hokuto Bank untuk berlatih di Pelatnas Cipayung. Pada 5 Februari mendatang, sebanyak 10 pemain putri Jepang akan mulai latihan bersama penghuni pelatnas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga Indonesia bisa menggelar event sebesar olimpiade, Jepang akan bantu. Karena Jepang memiliki faslitas olahraga dan teknologi yang sudah maju. Sesama negara Asia kan memang harus saling membantu. Pak Gita juga menyambut baik akan gagasan ini," tambah Nunung Subandoro, perwakilan dari Hakuto Bank.
Hubungan Indonesia dan Jepang terkait dengan pengembangan bulutangkis sudah terjalin sejak lama. Tak jarang Jepang mengundang para pemain Indonesia untuk berlatih bersama atau berpartisipasi di Liga Jepang. Nama-nama besar seperti Rexy Mainaky, Taufik Hidayat, Hendra Setiawan dan sebagainya, tercatat pernah diundang ke Jepang untuk latihan dan bertanding di Liga Jepang.
(mfi/mfi)











































