Indonesia akan berhadapan Hong Kong pada Jumat (25/4/2014) mendatang. Kemenangan wajib diraih Indonesia jika ingin bertahan di Zona II Asia/Oceania tahun depan.
"Kita terus berlatih agar bisa memberikan yang terbaik pada pertandingan nanti. Kita bahkan sudah melakukan beberapa simulasi untuk mengatasi pola permainan lawan," kata Christoper ketika ditemui usai latihan, di Senayan, Rabu (23/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau (King Jeou Yih) Philip mungkin saya sudah pernah ketemu. Cuma unggulan nomor dua (Kolev Ognian) memang belum pernah ketemu sama sekali, tapi saya sudah antisipasi."
"Latihan kemarin saya simulasi sama Aditya Hari Sasongko. Kebetulan dia kidal, jadi sebenarnya tidak masalah kalau nantinya hasil drawing mempertemukan saya dengan Ognian," lanjut Christoper. β
Satu kendala yang dikhawatirkan Christoper akan jadi penghadang adalah terkait cedera yang sempat dia alami. Pada April lalu saat tampil di Piala Davis menghadapi India dia mengalami masalah pada pangkal pahanya.
Christoper mengalami cedera mengikuti Piala Davis bulan April tahun lalu, ketika menghadapi India. βCederanya semakin parah saat mengikuti ajang-ajang berikutnya. Christoper mengaku kondisinya kini sudah lebih baik, tapi dia tak mengaku masih mengalami atas cedera tersebut.
"Waktu satu sampai empat minggu pertama saya masih adaptasi. Tapi semakin kesini, semakin hari perkembangan latihan saya semakin meningkat," .
Β
"Intinya banyak latihan sama pertandingan. Dengan begitu, saya jadi terbiasa, traumanya juga semakin lama hilang," ujarnya merinci. β
"Harapannya tentu Indonesia bisa menang, saya optimistis bisa sumbang poin untuk tim nanti," harapnya.
(mcy/din)











































