Indonesia Terbuka 2004
Sony: Tak Mudah Jadi Juara
Rabu, 15 Des 2004 19:11 WIB
Jakarta - Sony Dwi Kuncoro belum meraih satu pun gelar juara tahun ini. Namun demikian Indonesia Terbuka 2004 tak ditargetkannya menjadi gelar pertamanya. "Tak mudah menjadi juara," katanya.Tahun ini, prestasi Sony memang jauh dari cemerlang. Turun dalam lima turnamen IBF hingga pertengahan tahun, ia tak sekalipun meraih juara.Prestasi terbaiknya adalah medali perak Kejuaraan Asia yang digelar bulan April. Di luar turnamen yang digelar IBF, ia meraih perunggu tunggal putra di Olimpiade Athena bulan Agustus.Saat Sony berupaya bangkit, giliran cedera paha menghadangnya. Akibatnya Sony hanya mampu melaju hingga perdelapan final China Terbuka bulan November.Kini, saat cedera pahanya belum sepenuhnya pulih, Sony berlaga di turnamen akhir tahun, Indonesia Terbuka. Akankah turnamen ini dibidiknya menjadi penyumbang gelar pertamanya?"Tidak. Disini saya tak diberi target tertentu," kata pebulutangkis kelahiran 7 Juli 1984 ini kepada detikcom, Rabu (15/12/2004)."Sepertinya pelatih tahun saya masih dalam pemulihan cedera. PBSI juga tahu, hadi saya tak dibebani," tambahnya.Di babak pertama, Sony berhasil melewati hadangan pebulutangkis Inggris Nathan Rice dengan straight set 15-5, 15-0.Meski mengaku telah bermain maksimal, namun ia menganggap permainan terbaiknya belum keluar."Tadi saya sudah maksimal, namun permainan saya belum keluar semua. Untung lawan kerap mati sendiri," aku pemuda pemalu ini. Di babak selanjutnya, Sony akan menghadapi juniornya di pelatnas Agustinus Sartono. Jika langkahnya mulus, di perempat final ia akan bertemu denganlawan yang paling ditakutinya, Bao Chunlai asal Cina."Saya sudah tiga kali ketemu dia (Bao Chunlai) dan tidak pernah menang. Tentunya saya ingin balas dendam namun segalanya ditentukan di lapangan," kata penggemar otomotif ini.Menghadapi partai-partai yang akan dihadapinya di Indonesia terbuka. Sony hanya memiliki satu resep khusus."Jadi juara itu tak mudah. Butuh kerja ekstra keras, latihan ekstra keras dan ekstra tenaga. Sekarang selesaikan satu-satu dululah," pungkasnya.Selamat berjuang, Sony! (key/)











































