Sudah menjalani karantina dan simulasi, seluruh penggawa tim Thomas-Uber Indonesia kini bersiap menuju India. Dalam selang waktu menunggu keberangkatan, pemain dan pelatih di tetap bekerja maksimal menyiapkan diri.
Tim Piala Thomas-Uber Indonesia secara resmi sudah dilepas oleh Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan pada 5 Mei lalu. Agenda itu dibarengkan dengan perayaan ulang tahun PBSI ke-63.
Meski turnamen baru akan digelar pada 18-25 Mei mendatang, rombongan tim Thomas-Uber Indonesia sudah akan berangkat ke India pada 13 Mei. Simon Santoso dkk datang lebih cepat dengan harapan bisa beradaptasi dengan suhu udara di New Delhi yang panas di Mei ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak mungkin lagi untuk memberikan porsi berat latihan fisik, sekarang sudah masa untuk mematangkan teknik dan skill individu," kata Chef de Mission tim Thomas Uber Anton Subowo.
Β
Manajer tim Thomas Christian Hadinata menerjemahkan instruksi tersebut dengan memaksimalkan waktu tersisa untuk menjaga kondisi fisik pemain.
Β
"Saat ini utamanya untuk conditioning saja dan pematangan kualitas skill, kelemahan-kelemahan yang ada bisa dibuat lebih baik. Para pemain juga wajib menjaga kondisi fisik," kata Christian yang dihubungi detikSport, Rabu (7/5/2014).
Β
"Kondisi fisik itu sangat penting di masa-masa terakhir ini, terutama karena akan menjalani perjalanan jauh, berangkat sejak pagi dan sampai sana malam hari," ucap mantan pemain era 1970-an itu.
Β
Pelatih tunggal putri Marlev Mainaky memahami benar tugas itu. Dia pun menginstruksikan para pemain untuk menajamkan 'senjata andalan' masing-masing pemain yang ditangani dia.
Β
"Masing-masing pemain memiliki pukulan andalan sendiri-sendiri dan itu harus kian ditajamkan di masa-masa akhir ini," kata Marlev.
(fem/din)










































