Β
Piala Thomas Uber dimulai 18 Mei dan berakhir 25 Mei di Siri Fort Complex New Delhi, India. Tim 'Merah Putih' berangkat lima hari sebelumnya, 13 Mei.
Β
Panjangnya waktu adaptasi itu tak membuat para pemain mempunyai waktu bebas. Mereka tetap ditunggu jadwal ketat yang sudah disiapkan PBSI. Manajer tim Thomas Christian Hadinata mengatakan aktivitas para pemain tetap sama dengan keseharian saat di karantina dan Cipayung.
Β
Program latihan yang padat sudah dijalani tim Thomas dan Uber sejak diumumkan pada 28 Maret. Setelah karantina dan simulasi, tim diboyong kembali ke Cipayung sebelum terbang ke India.
Β
Selama karantina, para pemain mendapatkan jadwal yang serupa dengan di Cipayung. Mereka tetap berlatih pagi dan sore hari. Malah, ada satu peraturan yang bertambah: ada larangan karantina diliput media pada hari-hari tertentu.
Selama karantina, para pemain mendapatkan pengawasan kian ketat. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky tak segan menggedor pintu kamar pemain jika ada pemain yang terlambat berkumpul sebelum latihan atau menjalankan agenda lain yang sudah ditetapkan.
Β
"Selama di India, pelatih fisik dan teknik sudah ada program. Kami tidak akan mengendurkan latihan, justru setelah perjalanan jauh itu recovery ditingkatkan lagi untuk mencapai performa ideal," kata Manajer tim Thomas Christian Hadinata dalam perbincangan dengan detiksport.
Β
"Kejuaraan ini sebuah pertandingan yang memakan waktu lama, jadi kebugaran kesegaran dan kesiapan fisik penting. Jadi kami menyusun program agar stamina tidak turun," jelas Christian lewat sambungan telepon.
Β
Kapten tim Uber Adriyanti Firdasari tak terkejut dengan rencana itu. Sebab, aturan yang sama tak cuma berlaku pada kejuaraan beregu, tapi juga pada ajang perseorangan.
Β
Firda meyakini tugas itu akan lebih mudah dengan kehadiran mantan pemain yang mengisi kepengurusan dan pelatih. Dia merasa lebih terbantu menjalankan kewajiban itu sekarang.
Β
"Kami sendiri memang sudah terbiasa dengan kondisi menjelang pertandingan. Semua sadar harus jaga kondisi, jadi aktivitas juga tak akan jauh-jauh dari hotel dan GOR. Itupun paling pergi untuk makan," kata Firda.
Β
"Secara perorangan, karena sudah sadar kewajiban masing-masing, jadi paling banter nonton TV atau berenang di hotel saja."
Β
"Dengan banyaknya mantan pemain di kepengurusan dan pelatih, mereka jadi lebih mengerti kebutuhan kami. Sekarang tidak ada acara ini itu di luar latihan yang boleh mengganggu program,β ucap dia.
(fem/din)











































