Nomor Tunggal Jeblok, PBSI Akan Lakukan Evaluasi

Indonesia Terbuka Super Series Premier

Nomor Tunggal Jeblok, PBSI Akan Lakukan Evaluasi

- Sport
Kamis, 19 Jun 2014 16:54 WIB
Jakarta -

Tunggal putri Indonesia sudah habis di babak kedua sedangkan tunggal putra empat dari enam wakilnya sudah tumbang. Atas hasil buruk ini, nomor tunggal akan dievaluasi.

Hingga berita ini diturunkan, nomor tunggal putra hanya menyisakan Simon Santoso dan Wisnu Yuli Prasetyo. Simon tengah berjuang melawan Hu Yun dan Wisnu baru akan melawan Hans-Kristian Vittinghus beberapa saat lagi.

Sementara itu, hanya Adrianti Firdasari yang berhasil melewati babak pertama. Tunggal putri lain seperti Bellaetrix Manuputty, Linda Wenifanetri, Aprilia Yuswandari, Maria Febe Kusumastuti, Hera Desi dan Rusydina Antardayu Diodingin langsung kandas di laga pembuka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mental punya peranan sangat penting di sini, saya lihat semangat juang mereka masih kurang. Bellaetrix Manuputty tampil luar biasa di game pertama, saya salut, berarti sebetulnya dia mampu. Tapi pada game kedua, saat kedudukan 14-14, kakinya bermasalah," sahut Kasubid Pelatnas PBSI Ricky Soebagdja, Kamis (19/6).

"Linda juga akan dievaluasi lagi penampilannya, akan saya sampaikan ke pelatih. Akhir tahun ini seperti apa targetnya? Sekarang rangking 26, bisa tidak akhir tahun masuk top 10? Kalau tidak bisa, bagaimana nanti untuk olimpiade 2016? Kalau tidak bisa juga tentunya akan ada warning," tambahnya.
Β 
Begitu juga dengan sektor tunggal putra. "Saya juga agak kecewa dengan penampilan Tommy Sugiarto. Dia itu seperti tidak ada gregetnya, walaupun dia bermain rubber game, tetapi tidak maksimal," lanjut Ricky.

"Tommy tampil under-performed. Hayom Rumbaka pun begitu, padahal lawan-lawannya sudah sekelas dengan dia. Hayom adalah pemain dengan potensi teknik luar biasa, tapi dari waktu ke waktu penampilannya begitu-begitu saja," katanya.

Ricky mengatakan, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekurangan ini. Salah satunya ketegasan pelatih dalam pembentukan mental atlet.

"Dalam hal ini pelatih memang harus tegas kepada pemainnya karena mereka yang paling dekat. Bentuknya pun bisa dilihat dari pengiriman ke turnamen, bagaimana latihan setiap hari dan sebagainya," lanjut peraih medali emas Olimpiade 1994 itu.

"Memang latihan jalan terus setiap pagi dan sore, tapi kualitasnya seperti apa? Harus bisa dilihat, latihan persiapan kemarin ke turnamen ini hasilnya begini, jadi apakah latihannya sudah cukup?" tegasnya.

"Selain itu tentu ketegasan pelatih dalam hal menjalankan program. Punishment dan reward mesti benar-benar dijalankan," lugas dia.

(mcy/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads