Bermain di Istora, Senayan, Jakarta, Kamis (19/6), ganda campuran andalan Indonesia ini memang harus berusaha keras untuk bisa memenangi pertandingan. Mereka dipaksa main tiga gim oleh lawannya dari Korea, Shin Baek Choel/Jang Ye Na.
Setelah memenangi gim pertama, Tontowi/Liliyana justru kehilangan gim kedua. Setelah bertanding selama 53 menit, pasangan juara dunia dan All England itu menang 21-11, 22-24, dan 21-13.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga kurang tahu. Kenapa permainan hari ini masih kurang enak. Dia (Owi) masih belum bisa in, dan akhirnya saya jadi ikut-ikutan juga," ujar pemain yang akrab disapa Butet itu.
"Harusnya juga tadi selesai dua gim. Tapi lanjut ke gim ketiga. Dan saya berusaha fokus di gim ketiga," katanya.
Sepanjang pertandingan, Tontowi beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri justru membuatnya tampak canggung.
Tak ingin permainan partnernya itu terus menurun, Liliyana pun kemudian membisikkan beberapa hal untuk membangkitkan semangat Tontowi.
"Seharusnya main di kandang bisa menjadi motivasi sendiri. Makanya saya membangkitkan semangat Owi dengan mengatakan kita ini juara dunia dan All England, masa sama Korea kalah? Setelah itu dia langsung bergairah kembali," tambahnya.
"Mudah-mudahan ini jadi proses permainan besok agar lebih baik dari sekarang. Kami ingin memberikan yang terbaik, tetapi kadang-kadang jadi beban."
"Karena saya juga pengen membawa dia juara di sini. Tapi Owi harus mengubah pola pikirnya karena lawan didepan pasti lebih berat," simpulnya.
(mcy/nds)











































