Unggulan dua Tontowi/Liliyana harus mengakui keunggulan pasangan unggulan tiga asal China Xu Chen/Ma Jin dengan 21-18, 12-21, dan 15-21 dalam partai semifinal, Sabtu (21/6/2014).
Usai pertandingan, Liliyana menyebut bahwa sedari awal ia dan Tontowi memang sudah terlibat duel alot dengan Xu/Ma. Di gim penentu, ia berusaha tampil lepas tetapi malah tertekan saat mulai ketinggalan, apalagi lawan tampak bermain kian oke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai pada satu titik saya juga merasa kok susah banget sih menang di Ina Open. Mungkin Owi-nya kali belum mau jadi juara," seloroh Liliyana yang pernah menjuarai ajang ini bersama Nova Widianto dan Vita Marissa.
"Saya sendiri juga tidak tahu. Karena kalau ngomongin soal target saya ingin jadi juara di Ina Open. Ini realistis. Mungkin memang hawa di Istora yang angker," timpal Owi. "Ya, ini jadi pelajaran buat kita untuk kedepannya. Mental dan fisik harus diperbaiki lagi."
Lebih lanjut Owi mengakui kalau tampil di kandang sendiri memang menghadirkan beban tersendiri untuknya. Ia pun tampil tertekan dan sulit menampilkan level terbaiknya.
"Tekanannya sebenarnya sama-sama berat ketika berada di kejuaraan internasional, seperti All England maupun di Indonesia Open kali ini. Tapi kondisinya saya saja yang lagi berfikir agak aneh-aneh. Apalagi ditonton keluarga, suporter Indonesia juga. Jadi pas lagi tanding juga berfikirnya harus menang, harus menang. Jadi lebih tertekannya di situ," aku Tontowi.
(mcy/krs)











































