Hanya saja mereka mengaku memang belum mengeluarkan endorsement untuk petenisnya tersebut karena sengketa antara Tami dan klubnya, Sportama.
Seperti diberitakan sebelumnya, usai menjuarai nomor ganda putri junior bersama Qiu Yu Ye asal China di Wimbledon pekan lalu, Tami kembali mendapat undangan dari Federasi International Tenis (ITF) untuk melakoni turnamen AS Terbuka pada 25 Agustus - 8 September.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Junior PP PELTI, Aga Sumarno mengatakan, pihaknya tidak punya hak untuk melarang seorang atlet untuk berlaga dalam turnamen manapun yang ingin diikuti.Β Hanya memang setiap pemain Indonesia yang direkrut ITF biasanya harus mendapat endorsement dari asosiasi setempat.
"Nah, kebetulan kami memang belum mengeluarkan endorsement itu. Karena masih ada disputeΒ (perselisihan) antara Tami dan klubnya yang belum terselesaikan. Kedua belah pihak dalam hal ini minta kami untuk dimediasi. Tapi di pertengahan, pihak Tami yang keluar jalur," terang Aga ketika dihubungi detiksport, Minggu (13/7/2014).
"Tapi untuk masalah ke US Open selama dia perginya individual itu tidak masalah. Kami sebagai pengurus berusaha agar persoalan ini bisa selesai dulu dan janganΒ karena masalah yang ada justru satu pihak merasa dirugikan," tambahnya.
Sebelum ke AS Terbuka, Tami direncanakan mengikuti dua turnamen internasional lain, yaitu Kanada Terbuka dan U-18 Canada Championship. Dibutuhkan dana Rp 150-200 juta untuk Tami tampil di tiga kejuaraan tersebut. Disebut sang ayah, mereka akan mencari pihak-pihak yang mau mensponsori anaknya.
Mengenai sponsor dan biaya pembinaan untuk junior, Pelti melalui Aga mengatakan, ada beberapa kerja sama dengan perusahaan untuk mengurangi pengeluaran atlet.
"Kita ada kerja sama dengan maskapai penerbangan. Jadi jika mereka tur kita bantu dengan Β biaya operasional seperti tiket pesawat dalam bentuk diskon. Kita juga ada kerja sama dengan perusahaan yang ada mes di luar negeri. Misalnya Malaysia atau Brunei, itu kita pinjam mes untuk tinggal. Jadi itu sedikit banyak membantu kita. Tapi selepas itu kita tidak bisa mencarikan sponsor individual untuk si atletnya tersebut," tutur Aga.
(a2s/fem)











































