Tersingkirnya seorang pemain unggulan adalah kejutan yang tidak melulu mengejutkan, karena fenomena itu biasa terjadi. Tapi, sosok Catherine Bellis sungguh mengejutkan.
Bellis adalah pemberi kejutan di babak pertama turnamen AS Terbuka tahun ini. Rabu (27/8/2014) pagi ini ia mengalahkan Dominika Cibulkova dengan 6-1 4-6 6-4.
Adakah yang tahu Bellis? Sepertinya tidak, karena dia adalah remaja putri yang masih berusia 15 tahun, dan di daftar peringkat WTA posisinya ada di nomor 1.208.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siapapun Bellis, sekalipun dia adalah pemain peringkat dua dunia di level junior, dia sudah menorehkan rekor. Dia menjadi pemain putri termuda yang pernah memetik kemenangan di AS terbuka setelah Anna Kournikova melakukannya di tahun 1996.
Kournikova juga berusia 15 tahun ketika mampu menjejak babak perempatfinal di turnamen Grand Slam tersebut. Ia baru dihentikan oleh Steffi Graf, yang kemudian tampil sebagai juara. Setelah turnamen, posisinya melejit dari 144 ke 69. Nama dan kariernya pun melesat naik.
Bagaimana Bellis bisa ada di AS Terbuka tahun ini, itu karena dia mendapat wild card dari penyelenggara, setelah dia menjuarai kejuaraan nasional U-18 di negaranya. Ia juga menjadi juara termuda dalam sejarah kejuaraan tersebut, sejak Lindsay Davenport memenanginya di tahun 1991 dalam usia (juga ) 15.
"Saya bertanding dengan pikiran bahwa ini akan menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa," ungkap Bellis seusai menyingkirkan Cibulkova sang unggulan ke-12, seperti dikutip dari Reuters.
"Tapi saya tak pernah menyangka bisa mendapatkan kemenangan top ini. Saya masih syok."
Selanjutnya Bellis akan menghadapi petenis 20 tahun dari Kazakhstan, Zarina Diyas, di babak kedua. Apakah sensasinya akan berlanjut?
"Saya tidak percaya bisa berada di sini saat ini, dengan semua orang-orang ini. Maksudnya, saya tak pernah berpikir akan berlatih atau berbagi lapangan dengan seorang pemain yang selama ini cuma aku tonton di televisi. Itβs crazy, but I love it".
(a2s/fem)











































