Merintis Mimpi Lewat Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum

Merintis Mimpi Lewat Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum

- Sport
Jumat, 05 Sep 2014 19:30 WIB
Merintis Mimpi Lewat Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum
detikSport/Rifqi Ardita Widianto
Kudus - Lewat audisi beasiswa bulutangkis, PB Djarum menawarkan sebuah jalan menuju pentas dunia. Jalan yang selalu patut dicoba kendati tak ringan dan butuh pengorbanan.

PB Djarum telah lama dikenal melahirkan pemain-pemain bulutangkis ternama Indonesia. Mulai dari sosok Christian Hadinata, Liem Swie King, Alan Budikusuma sampai Mohammad Ahsan yang mewakili generasi saat ini. Soal reputasi mengasah bakat muda, klub ini bisa dibilang salah satu yang terbaik di Indonesia.

Lewat program beasiswa bulutangkis, tiap tahunnya PB Djarum menyodorkan kesempatan emas untuk merintis karier sebagai atlet Indonesia. Kesempatan yang niscaya tak akan dilewatkan begitu saja oleh anak-anak dan remaja tanah air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nyatanya, tiap tahun antusiasmenya terus meningkat. Salah satu indikatornya, setelah tahun lalu "hanya" diikuti 1.030 peserta, tahun ini meningkat jadi 1383 peserta.

Adalah Imelda Dianthyka Maytri, salah satu dari 1.383 peserta tersebut, yang mesti menempuh perjalanan jauh dari Bangka Belitung untuk merengkuh kesempatannya. Bangka Belitung sendiri sebelumnya tak pernah punya nama besar di dunia bulutangkis Indonesia. Imelda punya tekad mengakhiri catatan tersebut.

Gadis 11 tahun ini datang dengan persiapan yang terbilang matang. Meski menempuh jalur udara yang relatif mudah, Imelda dan enam rekannya yang juga ikut audisi sudah menginjak kota Semarang pada Selasa (2/9/2014) lalu, atau tiga hari sebelum proses audisi. Cara ini ditempuh demi menghindari kelelahan atau jet lag akibat perjalanan jauh.

Dari Semarang, Imelda langsung melanjutkan perjalanan ke Kudus menggunakan taksi. Tujuan pertamanya adalah GOR Jati, lokasi audisi, demi mengetahui kondisi lapangan dan membayangkan situasi audisi.

Soal kesiapan teknis, tak perlu dipertanyakan. Anggota klub PB Surya Champion, Bangka ini rutin berlatih enam hari sepekan, dengan durasi minimal dua jam per hari sejak kelas tiga SD atau mulai usia delapan tahun.

Menu latihannya pun tak sembarangan, mulai dari latihan fisik dengan lari tak kurang dari dua kilometer, sampai latihan spesifik pukulan, dan uji tanding. Pelatihnya juga kerap memutarkan rekaman pertandingan sejumlah atlet top tanah air.

Namun begitu, hasil yang dipetik Imelda sedikit kurang memuaskan. Dia kalah dalam duel antar peserta di audisi pertama. Memang skor bukan jadi pertimbangan utama, namun hasil tersebut bukanlah yang diinginkannya.

"Agak sedikit grogi, karena yang nonton banyak sekali," kata Imelda kepada detikSport.

PB Djarum sendiri lebih menilai peserta dari teknik dasarnya, cara memukul bola dan gerakan tubuh yang natural.

Lebih lanjut, Imelda mengaku siap menerima hasil apapun dalam proses audisi ini. Harapannya tentu lolos, tapi andaikata gagal pun dia cukup puas dengan pengalaman yang didapat.

"Baru kali ini ikut audisi PB Djarum, buat pengalaman," ujarnya singkat.

Bagaimanapun, audisi PB Djarum telah menambah daftar pengalamannya. Sebelumnya, dia cukup rutin ikut turnamen. Dalam setahun terakhir saja sudah ada tiga kompetisi yang diikuti, antara lain O2SN pada Juli lalu, kemudian turnamen Milo pada April silam, dan turnamen Pusri di Desember tahun lalu.

Pengidola Maria Kristin ini juga mengaku akan dengan senang hati ikut audisi tahun depan, andai gagal. Tapi untuk saat ini, Imelda mencoba optimistis dan mengharapkan yang terbaik.

Audisi tahap pertama baru akan diumumkan PB Djarum, Jumat (5/9) malam 22.00 WIB. Sampai saat itu, Imelda bakal dibuat berharap-harap cemas menanti hasil pengamatan pemandu bakat. Semangat, Imelda!!





(raw/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads