Tenis Australia Terbuka
Safin Akhiri Dominasi Federer
Kamis, 27 Jan 2005 21:07 WIB
Jakarta - Akhirnya ada juga yang mampu menaklukkan seorang Roger Federer. Orang itu adalah Marat Safin. Lewat pertarungan epik lima set, petenis Rusia itu berhasil menghentikan dominasi Federer.Safin, dengan kontrol emosi yang sangat baik, menyuguhkan permainan memikat untuk memaksa unggulan teratas itu bermain rubber set sebelum unggul 5-7 6-4 5-7 7-6 9-7 di babak semifinal Australia Terbuka, Kamis (27/1/2005).Sebaliknya, patah sudah beberapa rekor Federer. Pertama, untuk pertama kalinya sejak awal turnamen ini digelar ia kehilangan set karena dalam lima partai sebelumnya ia selalu menang 3-0 atas lawan-lawannya.Kedua, terhenti sudah rekor tak terkalahkannya dari 26 pertandingan terakhir. Ini juga merupakan kekalahan kedua Federer dalam 52 aksinya yang terakhir.Tapi Safin memang berbeda dengan Safin yang dulunya seorang pemberang. Pernah ia dalam satu musim membanting raketnya karena kesal sebanyak 50 kali. Namun hari ini ia sangat dingin, melebihi karakter Federer yang tenang. Malah Federer yang sempat dua kali menjatuhkan raketnya ke lapangan karena kehilangan angka.Pertarungan yang memakan waktu lebih dari empat setengah jam itu berlangsung sangat ketat dan klimaksnya terjadi di set penentuan. Safin unggul cepat 5-2 dan sempat meraih match point dalam kedudukan 5-3.Namun Federer betul-betul pemain yang alot karena ia mampu melepaskan tekanan dari keadaan itu dan berhasil merebut dua gim berikutnya berturut-turut. Skor pun menjadi 5-5.Selanjutnya kedua pemain tidak kehilangan servisnya sampai di angka 7-7. Di gim berikutnya Safin menang lewat deuce. Lalu Federer dalam tekanan lagi karena harus menyamakan kedudukan.Namun kali ini tekanan itu gagal diatasinya. Tertinggal 0-30, Federer bisa menyabet dua angka berturut-turut sebelum Safin memperoleh dua kali match point. Namun baru pada match point ketujuh Safin berhasil menyudahi pertandingan.Pukulan forehand-nya ke sisi kanan Federer membuat petenis Swiss itu limbung, sehingga tak mampu mengejar pukulan berikutnya dari Safin. Safin, yang sebelumnya terkenal temperamental, hanya cukup mengangkat kedua tangannya untuk merayakan kemenangan sensasional ini, lalu dengan tenang menyalami Federer.Dengan demikian pria berusia 25 itu berkesempatan menebus kegagalannya di turnamen ini, ketika ia sudah dua kali gagal di babak final, termasuk tahun lalu di tangan Federer. Untuk merengkuh tropi pertamanya ia tinggal berjuang menghadapi Andy Roddick atau Lleyton Hewitt. (a2s/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































