PB Djarum melahirkan tiga nomor ganda yaitu ganda putra ganda putri, dan ganda campuran. Sementara untuk nomor tunggal belum ada yang tampil cemerlang.
Melihat hal ini, Yoppy pun berkomitmen dengan pelatih tunggal putra dan putri untuk bisa meningkatkan prestasi para atletnya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perwakilan Pembinaan dan Prestasi PB Djarum, Pung Permadi, menambahkan tahun ini timnya melakukan evaluasi secara menyeluruh, termasuk aspek teknik dan fisik serta konsep latihan yang tepat.
"Biasanya untuk regu tingkat atas kami gabungkan antara putra dan putri. Jadi 20 atlet dilatih oleh satu kepala pelatih. Memang asisten pelatihnya banyak, tapi tahun ini konsepnya kami pisah, jadi 10 putri dan 10 putra," terangnya.
Untuk indikator penilaian, Pung menjelaskan, dibagi menjadi dua. Untuk atlet elite dilihat dari peningkatan rangkingnya di dunia, sementara untuk atlet muda tolok ukurnya dari kemajuan dia selama selama satu tahun.
"Misalnya, atlet muda A di main di Sirnas tapi kalah. Cuma dari kacamata pelatih dia ada kemajuan. Misal, biasanya belum bisa smash menyilang sekarang sudah bisa. itu berarti ada kemajuan. Kalau untuk atlet elite lebih dilihat dari ranking dunia, ada peningkatan atau tidak," terang dia.
(mcy/a2s)










































