Meski relatif lancar, jalannya hari pertama Djarum Superliga Badminton 2015 juga diwarnai keluhan pemain soal panasnya venue pertandingan. Pihak penyelenggara berjanji untuk segera mengatasinya.
Keluhan itu tidak sengaja terlontar oleh pemain Suryanaga Surabaya, Aprilia Yuswandari, di sela jumpa pers, Minggu (25/1/2015).
Saat itu, Yuni Kartika, yang sedang memandu jumpa pers di media center, bertanya soal kondisi lapangan. Sontak, Aprilia langsung menjawab bahwa kondisi GOR Lila Bhuana, Denpasar, sangat panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang diungkapkan Aprilia dibenarkan oleh pemain Jaya Raya New Star, Apriani. "Iya, panasnya menyengat banget mungkin karena lampunya ketinggian watt-nya. Sehingga terasa banget panasnya," kata Apriani, yang kebetulan ikut jumpa pers, dan diamini oleh rekannya Jauza Fadhila, dan managernya.
Keluhan itu langsung ditanggapi secara serius oleh pihak panitia pelaksana Superliga. Event Manager Djarum Superliga Badminton 2015, Bambang Roedyanto, mengatakan akan menambah 10 unit pendingin ruangan untuk meredam panas di dalam GOR.
"Besok akan kami kurangi tingkat pencahayaannya menjadi 1200. Sekarang kan dayanya 1500 lumen, kalau masih panas juga akan diturunkan hingga 1000 lumen. Plus, besok kami akan melakukan penambahan 10 unit AC (Air Conditioner)," kata pria yang akrab disapa Rudi ini.
(mcy/mfi)











































