Curhat Ivanovic: Soal Titik Balik dan Keputusan Merekrut Pelatih Humoris

Curhat Ivanovic: Soal Titik Balik dan Keputusan Merekrut Pelatih Humoris

- Sport
Jumat, 20 Feb 2015 15:35 WIB
Curhat Ivanovic: Soal Titik Balik dan Keputusan Merekrut Pelatih Humoris
KARIM SAHIB/AFP/Getty Images
Dubai - Pernah jadi petenis nomor satu dunia, prestasi Ana Ivanovic malah terjun bebas. Ada sebuah momen istimewa di tahun 2013 yang membuat petenis Serbia itu comeback dan bertekad untuk jadi juara grand slam lagi.

Ivanovic mencuri perhatian publik di Wimbledon 2007. Dia menjadi semifinalis di grand slam lapangan rumput tersebut. Kemudian berlanjut menjadi runner-up pada Australia Terbuka di tahun 2008. Kariernya mencapai puncak ketika Ivanovic menjadi juara Prancis Terbuka di tahun yang sama.

Sukses itu sekaligus menjadikan dia sebagai petenis nomor satu dunia. Didukung paras cantiknya, popularitas Ivanovic makin mencuat. Dia pun digadang-gadang bisa konsisten jadi pesaing Serena Williams dan Maria Sharapova.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, Ivanovic tak bisa menjaga konsistensi. Di tahun berikutnya, Ivanovic terlempar dari peringkat 20 besar dunia. Sejak itu penampilannya naik turun. Sempat mencapai perempatfinal Amerika Serikat Terbuka di tahun 2012, Ivanovic malah tak meraih trofi satu pun tahun berikutnya.

"Aku rasa semua orang pernah mengalami naik dan turun ya. Kebetulan yang aku alami jadi perhatian publik, menjadikan semuanya tidak mudah," kata Ivanovic seperti dikutip Sport360.

Saat ini, Ivanovic mampu kembali menunjukkan trek yang positif. Dia kembali berada di urutan 10 besar. Juga mampu mengawali tahun 2015 sebagai runner-up di Brisbane, kalah dari Maria Sharapova finalis. Tapi malah gagal total di Australia Terbuka.

Tapi, Ivanovic belum mau berhenti. Dia bertekad untuk meraih juara grand slam lagi. Itu, tak lama sekitar Wimbledon 213. Aku berbicara dengan kakakku berjam-jam. Dari sana ada satu hal yang jadi titik balikku. Aku harus berubah," kata petenis kelahiran Belgrade tersebut.

"Aku tahu keputusan itu membawa konsekuensi kalau aku harus bekerja ekstra keras. Tapi, bukan cuma kerja keras. Kakakku bilang kalau aku harus menemukan kesenangan dan sesuau yang bisa mengaimbangi kerja keras itu.

"Sejak itu aku mencoba untuk mengubahnya. Dan aku sadar itu tak bisa terjadi dalam satu malam. Aku harus jatuh bangun lagi untuk menjalani prosesnya. Tapi semua menjadi lebih oke. Mungkin itu yang jadi titik balikku," jelas kekasih bintang Bayern Munich Bastian Schweinsteger itu.

Untuk mewujudkan keinginannya itu, dia juga mencari pelatih baru. Ivanovic melepas Nemanja Kontic dan merekrut Dejan Petrovic.

"Dejan adalah orang yang kalem dan sangat berpengalaman. Sebaliknya, aku sangat emosional dan aku rasa dia bisa membawa keseimbangan. Selain itu, dia adalah pelatih yang humoris, jadi bisa membawa semuanya terasa enteng," jelas petenis 27 tahun tersebut.

(fem/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads