Menimbang Peluang Tunggal Putra Indonesia di All England

All England

Menimbang Peluang Tunggal Putra Indonesia di All England

- Sport
Selasa, 03 Mar 2015 20:46 WIB
Menimbang Peluang Tunggal Putra Indonesia di All England
Matt King/Getty Images
Jakarta -

Sudah 20 tahun pebulutangkis putra Indonesia gagal membawa gelar juara di All England. Bagaimana peluang Simon Santoso dkk di turnamen bergengsi tersebut tahun ini?

All England 2015 akan dimulai Selasa (3/3/2015) malam ini. Ditemui dalam acara Diskusi Bulutangkis 'Kebangkitan Klub Bulutangkis di Indonesia, Jalan Strategis Menuju Olimpiade Rio 2016", di gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Selasa (3/3/2015), Rudy Hartono memberikan prediksinya terhadap pebulutangkis putra Indonesia.

"Ya mudah-mudahan juara, tapi kalau (berdasar) perhitungan, ya, semifinal dululah," sahut Rudy memulai menganalisa.

"Kenapa semifinal? Karena itu perhitungan, dihitung. Berapa kali sih juara pada tahun lalu tunggal putra. Ya lihat saja, di Superseries dan lainnya, berapa kali? Setahun sekali. Ya, di China sekian kali (dalam setahun), di Malaysia sekian kali, terus belum yang lainnya," tambahnya.

Indonesia menurunkan tiga tunggal putra di All England tahun ini. Mereka yang akan bertarung adalah Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka, dan Tommy Sugiarto.

"Nah, saya tanya trackrecord-nya apa? Ya, Simon bagus, tapi track record-nya apa. Kalau bagus pasti bisa ikut perhitungan, Tommy seperti apa?"

"Kalau harapan, semua punya harapan kok. Kan, Bung Karno saja bilang, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Itu harapan, cita-cita. Tapi kenyataanya belum, kok. Kalau belum kita mau yang mana harapan atau perhitungan? Kalau harapan ya mudah-mudahan. Bisa? Yo bisa, wong harapan. Kalau perhitungan? engga," serunya.

Tunggal putra Indonesia yang terakhir memenangi All England adalah Heryanto Arbi di tahun 1994. Sejak saat ini pebulutangkis putra Indonesia selalu kalah bersaing dari wakil-wakil China, Denmark, Malaysia dan bahkan India yang berhasil merebut titel.

"Lantas hal yang paling mendasar tunggal putra (prestasinya) mandek? Ya kurang latihan. Bapak Andrie Wongso (motivator) saja bilang atletnya saja engga ngerti apa arti juara. Pun, kalau dia ngerti juara, terus latihannya opo? Memang itu hanya impian. Tapi latihannya harus banyak. Kalau latihan satu jam tidak bisa, ya, latihan dua jam, tingkatkan sampai gempor," imbuhnya.

"Keberuntungan itu memang perlu, tapi keberuntungan itu sedikit. Kalaupun ada manajer yang bilang 'mudah-mudahan ada keberuntungan jelang pertandingan', ya itu alasan yang paling klise dan diterima semua orang. Ada pribahasa Inggris, 'do the best, and let God do the rest'. Do the best itu latihanmu, let God ya sudah juara. Kalau kurang latihan ya jangan bilang juara. kecuali dikasih obat semua (lawannya)," pungkasnya tertawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads