Kemenangan Indonesia atas Inggris di laga perdana Piala Sudirman ditandai kekalahan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Meski demikian hasil itu tak perlu dikhawatirkan mengingat Owi/Butet kiranya masih "menyimpan tenaga" di partai tersebut.
Bermain di Dongfeng Nissan Sports Complex, Dongguan, China, pada Senin (11/5/2015) malam, Tontowi/Liliyana tumbang lewat laga dua gim 17-21, 18-21, dari pasangan suami istri: Chris Adcock/Gabrielle Adcock.
Untungnya kekalahan itu tidak mempengaruhi hasil yang didapat Indonesia karena tetap menang 3-2, setelah menang di nomor ganda putra, ganda putri, dan tunggal putri. Satu partai lagi yang lepas adalah tunggal putra saat Jonatan Christie kalah dari Rajiv Ouseph.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian hal itu tidak perlu ditakuti karena Owi/Butet diinilai masih "simpan tenaga" untuk partai yang lebih krusial melawan Denmark, Rabu (13/5) besok.
Kalau soal Owi/Butet, (Chris dan Gabrielle) Addock itu lumayan. Mungkin karena terakhir jadi tidak menentukan. Walaupun sebenarnya menang harusnya lebih baik bisa memberikan motivasi bagi para pemain lain," analisa eks pebulutangkis nasional, Ivana Lie, dalam perbincangan dengan detikSport, Selasa (12/5) pagi WIB.
"Mungkin karena tidak menentukan, mereka jadinya menyimpan tenaga. Nomor yang lepas itu Jonatan Christie, kita tahu dia pemain yunior, bukan sesuatu yang mengejutkan. kalau ganda putra kalah itu baru khawatir karena lawannya Inggris ya. So far masih okelah," sambungnya.
"Owi ama Butet kalah karena sudah menampilkan yang maksimal, tapi saya yakin mereka belum tampil maksimal. Laga tadi dianggap sebagai pemanasan. Simpan tenaga buat laga lawan denmark."
(mrp/nds)











































