Bermain di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Kamis (4/6/2015), Zwiebler menang 16-21, 22-20, 21-19 atas Tommy. Kemenangan pemain nomor 16 dunia itu seolah mengulang hasil Indonesia Open 2013. Kala itu, Zwiebler menang atas Tommy di babak semifinal.
Kemenangan dua tahun lalu itulah yang menjadi salah satu kunci kemenangan Zwiebler atas Tommy kali ini. Zwiebler seolah hanya perlu mengulangnya.
"Aku sering bermain menghadapi Tommy dan aku tahu sulit untuk mengalahkan dia di Indonesia. Gim pertama sangat ketat sampai saya membuat kesalahan dan kalah di gim tersebut," kata Zwiebler kepada wartawan usai pertandingan.
"Di gim kedua, semestinya dia bisa menang tapi aku mencoba segala hal yang bsia kulakukan dan itu manjur. Di gim ketiga aku tahu aku mempunyai peluang. Apalagi dia menjalani pertandingan yang panjang kemarin makanya dia kecapekan dan dia juga mendapatkan tekanan lebih berat sebagai tuan rumah," lanjutnya.
Sehari sebelumnya, Tommy memang menjalani pertandingan ketat melawan Lin Dan. Dia harus bertarung tiga gim sepanjang satu jam 17 menit sebelum akhirnya menang 19-21, 21-8, 21-16.
"Kami pernah kalah menang. Aku kalah di Kejuaraan Dunia tiga tahun lalu, tapi bisa menang atas dia di sini dua tahun lalu. Aku mengingatnya dengan baik. Aku cuma perlu menghidupkan kenangan itu lagi di sini."
"Tentu saja kemenangan itu membuatku gembira. Itu sebuah kemenangan yang besar buatku. Sungguh fantastis bisa bermain di sini. Aku mempunyai banyak fans di Indonesia dan besok mereka akan memberikan dukungan kepadaku," ucap dia.
Zwiebler akan berjumpa Kenichi Tago dari Jepang. Dia mengalahkan Wang Zhengming dari China di babak kedua.
(fem/nds)











































