Jonatan harus mengakui keunggulan Jorgensen di babak perempatfinal. Dia kalah dua game langsung dari tunggal putra peringkat dua dunia itu dengan skor 13-21, 15-21 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2015).
Jonatan sebenarnya sudah mempersiapkan strategi untuk meredam Jorgensen. Tapi, Jorgensen yang jauh lebih berpengalaman memang pemain tangguh yang tak mudah dikalahkan.
"Dari pertama sudah menyiapkan strategi, tapi pas di lapangan strategi nggak jalan. Dia nggak goyang mentalnya. Banyaknya penonton juga bukan masalah buat dia. Dia seperti mau bilang 'ayo maju sini'. Mentalnya kuat," jelas Jonatan seusai pertandingan.
"Rencana mainnya nggak jalan. Dia bisa menangkap, bisa meredam apa yang saya siapkan. Pukulannya mantap, nggak gampang saya matikan," imbuhnya.
"Tadi mau coba buat menyerang, cuma beberapa kali nggak jalan. Mau coba main net, tapi bolanya kebanyakan nanggung. Pas mau berubah jadi kacau lagi," kata dia.
Setelah Jonatan tersingkir, wakil Indonesia di nomor tunggal putra tinggal Anthony Ginting seorang. Anthony akan melawan pemain Jepang, Kento Momota, di perempatfinal.
(mfi/rin)











































