Dalam pertandingan di Istora Gelora Bung Karno, Minggu (7/6/2015), Greysia/Nitya tampil antiklimaks jika dibandingkan dengan di babak-babak sebelumnya. Greysia/Nitya kesulitan mengembangkan permainan dan akhirnya kalah dua gim langsung 11-21, 10-21 dalam tempo 46 menit.
Kedua pasangan terlibat pertarungan seru di awal gim pertama. Greysia/Nitya sempat memimpin 9-4, tapi Tang/Tian bisa mendekat 8-9 dan kedudukan berimbang 10-10. Tapi Greysia/Nitya unggul 11-10 saat memasuki interval setelah Greysia menyambar bola tanggung di depan net.
Usai interval, Greysia/Nitya justru lebih banyak tertekan. Sebaliknya, serangan Tang/Tian terus menghasilkan poin. Tang/Tian langsung merebut 11 poin secara berturut-turut untuk menutup gim pertama dengan skor 21-11.
Laju perolehan poin Tang/Tian berlanjut di gim kedua dengan merebut enam poin beruntun. Sementara Greysia/Nitya masih kesulitan untuk keluar dari tekanan dan mengembangkan permainan. Memasuki interval, Greysia/Nitya tertinggal 4-11.
Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Tang/Tian terus membuat Greysia/Nitya berada dalam posisi tertekan. Tang/Tian makin jauh di kedudukan 18-6. Kemenangan akhirnya jadi milik pasangan China setelah pengembalian Nitya menyangkut di net.
Dengan demikian, Indonesia tak meraih satu gelar pun di Istora. Greysia/Nitya merupakan satu-satunya wakil tuan rumah yang berlaga di partai puncak.
(nds/mfi)











































