Jorgensen dikalahkan pemain muda Jepang, Kento Momota, pada laga final di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2015). Dia kalah lewat rubber game dengan skor 21-16, 19-21, 7-21.
Jorgensen, yang kini berusia 27 tahun, bertekad untuk bisa mengembalikan tren positif yang sudah dibangun di Istora dalam dua tahun terakhir. Dia akan mempersiapkan diri lebih serius untuk menyambut Kejuaraan Dunia Bulutangkis pada bulan Agustus nanti, yang juga bakal dihelat di Istora.
"Saya sudah bermain sepuluh pertandingan (di Istora) sejak tahun lalu dan akhirnya kalah kali ini. Secara keseluruhan cukup baguslah. Itu menjadi bekal yang cukup untuk menghadapi Kejuaraan Dunia Agustus nanti," kata Jorgensen.
"Tapi, saya juga harus mewaspadai faktor-faktor X seperti kalau Lee Chong Wei tampil dan menjadi lawan saya di babak pertama, makanya saya harus melihat hasil drawing lebih dulu," lanjutnya.
Selain itu, Jorgensen sangat berharap panitia penyelenggara menambah jumlah Air Conditioner (AC) di dalam Istora.
"Selain itu, bermain di sini amat sangat membutuhkan keberuntungan. Banyak sekali faktor di dalam dan luar lapangan yang akan memengaruhi karena angin amat kencang. Selain itu stadionnya panas. Buat Kejuaraan Dunia sepertinya AC harus ditambah, kalau tidak bisa-bisa akan membunuh kami," kata dia.
(fem/mfi)











































