Dalam pertandingan di Stadion Indoor Singapura, Kamis (11/6/2015) siang WIB, Anggia/Ketut yang berperingkat 59 dunia kalah rubber game 18-21, 21-19, dan 6-21 dari Vivian Kah Mun Hoo/Woon Khe Wei yang punya peringkat 11 dunia.
Pertarungan kedua kubu langsung berjalan sengit di game pertama. Namun, beberapa kesalahan dari Anggia/Ketut di game ini membuat lawan berhasil memanfaatkan.
Pada game kedua, Anggia/Ketut bangkit. Sempat terus tertinggal, mereka tak patah semangat mengejar. Setelah sukses menyamakan kedudukan 19-19, mereka pun pada prosesnya berhasil merebut game ini.
Performa Anggia/Ketut di game ketiga justru menurun. Setelah tertinggal 4-11 di interval game ini, mereka juga banyak melakukan kesalahan dan menguntungkan Hoo/Woon yang akhirnya menang telak di game tersebut.
"Penampilan kami kurang konsisten sebaliknya lawan lebih stabil. Kami juga bermain terlalu buru-buru dan kurang sabar. Padahal kami berpeluang untuk memenangkan pertandingan dan menyumbangkan poin untuk Indonesia, tetapi kami belum berhasil," ucap Anggia dalam rilis pers Tim Humas Dan Social Media PP PBSI.
"Di game ketiga, kami kehilangan pola permainan kami. Lagipula pasangan Malaysia ini lebih berpengalaman di pertandingan beregu, permainan mereka lebih matang," kata Ketut menambahkan.
"Kami seharusnya lebih inisiatif untuk menyerang dan jangan sampai terserang duluan. Kami juga harus bermain lebih sabar," sambung Anggia.
Hasil tersebut membuat Indonesia kehilangan keunggulan atas Malaysia setelah sebelumnya Linda Wenifanetri memenangi partai pertama. Dengan kedudukan 1-1, pertandingan kini memasuki partai ketiga antara Hanna Ramadini lawan Ho Yen Mei.
Di atas kertas, Hanna yang memiliki peringkat 57 dunia akan bisa mengatasi lawannya yang menempati posisi 127 dunia dalam peringkat BWF saat ini.
"Semoga teman-teman di tim tetap semangat, yang penting main bagus dulu. Kami berharap tim Indonesia bisa mengalahkan Malaysia dan lolos ke final," tutur Ketut.
(krs/rin)











































