Bermain di Singapura Indoor Stadium pada Senin (15/6/2015), Hanna kalah di gim pertama lebih dulu. Tapi, dia bisa bangkit dan menyelesaikan dua gim berikutnya dengan kemenangan.
βSaya belajar dari pertemuan sebelumnya di Indonesia International Challenge 2014. Kalau saya serang dia terus, sulit untuk tembus. Pukulan Goh memang istimewa, tapi fisiknya tak seistimewa pukulannya. Oke saya kalah di game pertama, namun di game kedua kalau saya main reli, pasti dilepas sama dia,β kata Hanna seperti dikutip Badminton Indonesia.
Torehan Hanna itu sudah melebihi target medali perunggu bagi nomor tunggal putri. Padahal, namanya masuk belakangan sebagai pengganti Bellaetrix Manuputty yang dibekap cedera saat tampil di Piala Sudirman.
Di partai final, Hanna akan berjumpa dengan wakil Thailand Busanan Ongbumrungpan. Di atas kertas Busanan yang berperingkat di urutan ke-18 dunia lebih diunggulkan ketimbang Hanna yang masih ada di nomor 54 dunia.
Β
βTarget saya semifinal, Alhamdulillah bisa ke final. Saya merasa terharu, mungkin ini rezeki saya menggantikan kak Bella (Bellaetrix Manuputty). Awalnya saya tidak bermain di nomor perorangan,β ujar Hanna.
βBusanan unggul di pukulan yang kencang, tenaganya berisi. Serangan-serangannya juga tajam. Namun apapun bisa terjadi di lapangan,β jelas pemain asal Mutiara Bandung tersebut.
(fem/raw)











































