Petenis peringkat dua dunia Roger Federer tidak terima dengan klaim yang dilontarkan pelatih Novak Djokovic, Boris Becker. Becker mengklaim bahwa Federer selama ini tidak menyukai anak didiknya itu.
Klaim itu tertuang dalam sebuah buku yang ditulis Becker "My Life and Career at the All England Club", yang baru saja terbit pada apekan lalu. Eks petenis yang top di era pertengahan '80an sampai '90an itu juga mengatakan bahwa selama ini Federer menyembunyikan karakter dirinya yang sesungguhnya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Federer memang terkenal sebagai petenis yang santun, tidak pernah neko-neko baik di dalam maupun di luar lapangan. Tak ayal, petenis berusia 33 tahun ini banyak dijadikan sebagai brand ambassador merk-merk terkemuka dunia, yang tentu saja memperbesar pendapatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku sungguh tidak tahu apa yang coba dia (Becker) katakan," ucap Federer kepada USA Today. "Aku mengenal dia dengan cukup baik dan hubungan kami baik-baik saja. Dia adalah idolaku. Jadi aneh mendengar hal itu dari dia."
"Aku tidak mencoba menyenangkan orang lain, aku cuma ingin mencoba menjadi diriku sendiri."
"Apakah dia terbawa suasana karena banyaknya iklanku? Mungkin," lanjut petenis terkaya ini. "Dan dia berpikir, 'Oh, itu citranya (Federer)'. Tapi dia tahu benar aku yang sebenarnya."
"Buku dia sudah ada untuk dijual. Aku hanya membaca komentar itu dari dari sudut pandang itu saja," imbuh peraih 17 titel Grand Slam ini.
(rin/roz)











































