Sunu bersama tiga atlet lainnya harus menjalani babak kedua Piala Davis Grup II Zona Asia Oceania menghadapi tim Pakistan selama tiga hari yakni 14-16 Juli 2015 di Lapangan Tenis Gelora Bung Karno Senayan. Pertandingan ini untuk menentukan tiket ke final Piala Davis Grup II Zona Asia Oceania.
"Karena jadwal tanding yang dekat waktu Lebaran otomatis waktunya memang jadi kurang. Harusnya bisa pulang kampung lebih cepat, ternyata tandingnya malah mendekati hari-H Lebaran, jadi berjuang dululah. Kalau hasilnya bagus kan lebarannya jadi tambah enak juga," ucap Sunu kepada detikSport, Rabu (15/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya keluarga sudah ngertilah kalau saya di sini sedang bertanding. Yang terpenting kan rasa excited masih ada karena saya masih sempat lebaran dengan keluarga," ungkapnya kemudian.
Sholat ied, sungkeman, hingga suasana saat berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara memang menjadi hal yang paling dirindukan pria kelahiran 26 April 1987 ini.
"Yang paling dikangeni tentu kumpul-kumpulnya. Soalnya jarang banget kan bisa bertemu dengan mereka secara saya harus latihan di Jakarta. Sedangkan ritual lain biasanya sepulang sholat ied terus sungkeman dengan orang tua dan kakak tertua saya. Setelah itu makan-makan," pungkas anak ketiga dari tiga bersaudara ini.
(mcy/raw)











































