Audisi Djarum yang dihelat pada sembilan kota sepanjang tahun ini meloloskan 141 peserta. Tapi sampai hari H, hanya ada 131 peserta yang melakukan daftar ulang di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2015).
Di antara sepuluh peserta yang absen itu, tersebutlah Annestia Rosalina Zendrato dari Pekanbaru. Annestia yang lolos audisi di kota Medan itu urung hadir di Kudus karena biaya tak mencukupi dan kebetulan ada acara keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setap hari nangis belakangan ini. Tapi mau bagaimana lagi," ucap dia.
Arindi Nurul Amalia Asman, peserta dari audisi Makassar, tak hadir karena terbentur kegiatan sekolah. Kekecewaan besar pun dirasakan Arindi.
"Dia ada di sini dan ada acara sekolah jadi tidak dapat izin. Dia tidak nangis tapi sedih banget, karena sudah pengin lama untuk ikut audisi. Sekarang dapat kesempatan malah tidak bisa berangkat. Semoga ada kesempatan lagi tahun depan," kata Ade Nurul, kakak Arindi Nurul.
Sementara itu, sejak awal PB Djarum sudah mengumumkan kepada peserta dari luar Jawa yang lolos grand final mendapatkan subsidi senilai Rp 2 juta sedangkan dari pulau Jawa sebesar Rp 1 juta.
Pelatih kepala PB Djarum Kudus, Fung Permadi, menyebut jumlah itu tidak terlalu signifikan ketimbang jumlah peserta yang absen.
"Secara kuantitas, absennya 10 peserta ini tidak berpengaruh secara signifikan. Tapi, melihat beberapa nama semestinya mereka ada di sini dan memanfaatkan kesempatan ini," kata Fung.
Pada grand final ini mereka akan diadu dengan sesama pemain pada kelompok umur yang sama. Setelah selesai diadu dengan tiga atau empat pemain, mereka akan tetap tanding sesuai permintaan pelatih.
(fem/roz)










































