Bertanding di lapangan tenis Epicentrum Elit Club, Jakarta, Kamis (1/10/2015), Deria kalah dua set langsung. Dia menyerah dengan kedudukan 6-0 dan 6-2.
Deria mengaku hari ini kesulitan bermain lepas yang membuatnya banyak melakukan kesalahan yang akhirnya mematikan langkahnya di turnamen tenis berhadiah 10 ribu dolar AS ini. Padahal saat bertemu pada babak kedua SO Good Walikota Solo, pekan lalu, Deria masih bisa memberi perlawanan meski akhirnya kalah setelah bertarung tiga set.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lain sisi, Tsuji menyebut pertandingan di babak perempat final tadi sangat sulit dan berlangsung ketat.
"Tapi saya tadi mencoba untuk bermain konsisten. Ini untuk menjadi setiap raihan poin yang akan saya rebut pada pertandingan tadi. Saya juga terus meningkatkan kepercayaan diri di tengah lapangan tadi, karena di set kedua saya merasa mental saya sedikit down. Untungnya bisa kembali dan akhirnya menang," ungkap Tsuji.
Di babak semifinal, Tsuji akan berhadapan dengan unggulan kedua asal China, Pei-Chi Lee, Jumat (2/10/2015) besok. Menghadapi Lee, Tsuji mengatakan tak ingin terlalu percaya diri. Meski ia terus mempersiapkan diri jelang pertandingannya besok.
“Saya pernah kalah lawan dia di Solo. Mudah-mudahan besok saya tidak terbawa oleh permainan dia daan coba keluar,” ungkapnya.
Beatrice-Jessie Jaga Asa Indonesia di Nomor Ganda
Tanpa wakil di nomor tunggal, Indonesia masih menjaga asa di nomor ganda dengan masih ada satu wakil tersisa. Adalah Beatrice Gumulya/Jessie Rompies berhasil melaju ke babak semifinal.
Mereka dapat tiket ke empat besar usai menundukkan unggulan pertama, Yuqi Sheng (China)/Ho Ching Wu (Hong Kong) dengan skor 6-0 dan 6-3.
Di babak semifinal, Beatrice/Jessie akan berhadapan dengan petenis Kanami Tsuji (Jepang)/Yukun Zhang (China).
"Kami sih siap main saja. Tapi enggak juga mengentengkan atau malah terlalu percaya diri menghadapi lawan. Tetap berusaha kasih yang terbaik," kata Beatrice.
(mcy/din)











































