Jonatan dan Anthony, Ayo Kejar Ihsan!

Jonatan dan Anthony, Ayo Kejar Ihsan!

Femi Diah - Sport
Rabu, 07 Okt 2015 13:47 WIB
Jonatan dan Anthony, Ayo Kejar Ihsan!
PBSI for detikSport
Jakarta -

Penampilan Ihsan Maulana Mustofa cukup menjanjikan setelah tampil sip pada sejumlah turnamen internasional. Dua tunggal putra lainnya, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, diminta segera menyamainya.

Sejak SEA Games 2015 di Singapura, Ihsan terus membukukan hasil-hasil luamayan dalam turnamen internasional. Dalam tiga turnamen terakhir, grafik penampilannya terus meningkat.

Saat turun pada Korea Terbuka Super Series, Ihsan yang merangkak dari babak kualifikasi berhasil menjejak babak kedua. Dia babak pertama, dia mengalahkan pemain senior dari Jerman, Marc Zwiebler, tapi kemudian ditumbangkan Tian Houwei dari China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Jepang Terbuka Super Series, laju Ihsan makin membaik. Pemain PB Djaurm itu sampai ke babak perempatfinal. Langkahnya dihentikan Tommy Sugiarto.

Di Thailand Gold Grand Prix, Ihsan seolah menemukan levelnya. Dia menjadi finalis setelah ditumbangkan pemain Lee Hyun Ill dari Korea Selatan.

Dua pemain tunggal putra pelatnas lainnya, Jonatan dan Anthony, tersingkir lebih awal. Mereka pun diminta segera berbenah untuk mendekati performa Ihsan.

"Di kejuaraan Thailand, proses dari persiapan memang cukup bagus. Penampilan Ihsan, dari daya juang dan teknik, sesuai yang saya harapkan. Semua materi latihan diterapkan dia saat pertandingan. Soal Ihsan tinggal menanti stabilnya penampilan dia," kata Hendry Saputra, pelatih tunggal putra pelatnas PBSI yang dihubungi detikSport, Rabu (7/10/2015).

"Jonatan dan Ginting masih ada PR (Pekerjaan Rumah) yang perlu dikerjakan. Yang utama soal teknik pukulan terlihat belum stabil. Terkait cara bermain, mental dan daya juang sudah bagus. Selain itu soal bagaimana mereka mengatasi angin di sebuah lapangan. Itu penting," jelas dia.

Setelah ini, mereka akan diturunkan ke Taiwan Grand Prix yang dimulai 13-18 Oktober, berlanjut ke KOrea Masters Grand Prix Gold pada 3-8 November dan ditutup Indonesia Masters Grand Prix Gold mulai 1-6 Desember.

"Mereka belum saya proyeksikan ke Eropa. Saya siapkan turnamen-turnamen di Asia lebih dulu. Selain terlalu jauh, level di super series ternyata masih terlalu berat untuk anak-anak ini, karena masih harus melewati kualifikasi," jelas Hendry.

(fem/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads