PBSI Gunakan Hak Prerogatif Tentukan Pemain ke Olimpiade, Jika...

PBSI Gunakan Hak Prerogatif Tentukan Pemain ke Olimpiade, Jika...

Femi Diah - Sport
Senin, 30 Nov 2015 14:36 WIB
PBSI Gunakan Hak Prerogatif Tentukan Pemain ke Olimpiade, Jika...
Robertus Pudyanto/Getty Images
Jakarta - Menilik peringkat para pemain tunggal, Indonesia hanya berpeluang mengirimkan satu wakil ke Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. PBSI bukan tak mungkin menggunakan hak prerogatif dalam menentukan pemain yang dikirim.

BWF dan IOC memberikan batasan sempit dalam menentukan kuota kepada negara-negara peserta pada Olimpiade. Masing-masing negara hanya bisa meloloskan maksimal sepuluh wakil dari lima nomor berbeda.

Untuk meloloskan dua wakil di masing-masing nomor itu ada syarat yang harus dpenuhi. Negara peserta harus menempatkan dua pemain tunggal di peringkat 16 besar. Indonesia bahkan tak mampu menempatkan satu pemain tunggalnya di perigkat delapan besar, maka Indonesia hanya bisa mengirimkan satu wakil. Kualifikasi untuk Olimpiade sendiri masih bergulir sampai Mei 2016.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, dua pemain tunggal putra terbaik masih ditempati Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka. Keduanya sama-sama ada di luar pelatnas. PBSI menyerahkan persaingan itu kepada dua pemain tersebut.

Nah, situasi berbeda di nomor tunggal putri terbaik. Saat ini Maria Febe Kusumastuti masih yang nomor satu dengan ada di peringkat ke-21 dunia. Dia berlatih di luar pelatnas, bersama PB Djarum Kudus.

Pemain ranking kedua nasional tunggal putri ditempati Linda Wenifanetri. Linda menempati posisi ke-26 dunia dan merupakan pemain pelatnas.

Melongok pengalaman-pengalaman sebelumnya, bukan tidak mungkin PBSi akan menggunakan hak prerogatif mereka dalam menentukan wakil ke pelatnas. Agar tak menuai kontroversi, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky memberikan rambu-rambunya.

"Slot pemain tunggal hanya satu dengan melihat laju pemain sejauh ini. Ya, kami memang mempunyai hak prerogatif PBSI tapi kami juga harus berlaku adil," kata Rexy dalam perbincangan dengan detikSport.

"Pertama, kita harus melihat peringkat si pemain. Sebagai gambaran kalau Maria Febe mempunyai peringkat pada top 20 dan Linda ada di luar 30 besar dunia, ya hak itu tak bisa digunakan. Kalau kedua pemain sama-sama top 10 dan peringkatnya bersaing, tentunya kami akan utamakan pemain pelatnas, yakni Linda yang akan kami kirimkan.

"Kami juga akan lihat hasil pada turnamen terakhir, siapa yang lebih sering lolos ke semifinal. Sekali lagi, itu semua kalau peringkatnya bersaing. kalau perbedaan peringkatnya jauh, aspek itu tak perlu dilihat. Langsung saja peringkat yang jauh lebih bagus siapa dia yang dikirim," kata Rexy.

(fem/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads