Boris Becker Bikin Aura Djokovic Berbeda

Boris Becker Bikin Aura Djokovic Berbeda

Femi Diah - Sport
Senin, 01 Feb 2016 05:54 WIB
Boris Becker Bikin Aura Djokovic Berbeda
REUTERS/Thomas Peter
Jakarta - Sukses Novak Djokovic menjadi juara Australia Terbuka tak bisa dipisahkan dengan peran sang pelatih, Boris Becker. Becker diyakini sudah mengubah aura Djokovic dengan sangat signifikan.

Djokovic mulai dipoles Becker sejak akhir tahun 2013. Sepanjang tahun itu, petenis Serbia tersebut hanya meraih satu titel juara grand slam yakni pada Australia Terbuka. Di Prancis Terbuka, Djokovic hanya sampai semifinal sedangkan di Ronald Garros dan Amerika Serikat Terbuka dia harus puas sebagai finalis.

Peringkat Djokovic juga melorot ke urutan kedua. Sebulan menjelang musim kompetisi 2014, Djokovic merekrut Becker yang pernah tercatat sebagai petenis terbaik dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk mengatakan Boris adalah sumber kepercayaan diri dia tentunya itu meremehkan. Tapi bukan seperti itu, saya melihat dengan cara yang positif," kata John Llyod, mantan petenis Amerika Serikat yang kini jadi komentator acara tenis, seperti dikutip BBC.

"Malam sebelum pertandingan mereka akan diliputi keraguan, semua pemain, setidaknya sedikit. Tapi, jika mereka mempunyai sosok seperti Boris Becker di sisi mereka maka itu akan jadi pembeda," jelas pria 61 tahun itu.

Faktanya, ada perubahan signifikan yang dicatatkan Nole--sapaan karib Novak Djokovic--setelah mendapatkan polesan dari Becker meskipun keduanya dikabarkan tak akur di awal kerjasama. Sebagai gambaran di tahun 2011, Djokovic memenangkan 43 pertandingan dan mengoleksi tiga gelar juara grand slam. Statistik di tahun 2015 jauh lebih baik. Dia memenangkan 82 pertandingan dari 88 yang diikuti. Artinya Nole membuat 93% kemenangan.

Tahun lalu, Nole juga hanya kehilangan satu titel grand slam. Dia dikalahkan Stanislas Wawrinka di final Prancis Terbuka. Boleh dibilang tahun 2015 menjadi tahun tersukses sepanjang karier Nole.

Nole juga mengawali grand slam tahun ini dengan hasil yang sip. Dia menjadi juara Australia Terbuka dengan mengalahkan Andy Murray di final dengan skor 6-1, 7-5, 7-6(3) selama 2 jam dan 52 menit.

"Seorang pemain bisa jadi akan membuat penampilan seperti yang dibuat Wawrinka di Prancis, kalau semuanya terjadi maka terjadilah. Tapi Djokovic mempunyai aura yang membuatnya mempunyai poin ekstra, bahkan ketika menghadapi Roger Federer," jelas Llyod.




(fem/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads