Nadal langsung tersingkir di babak pertama Australia Terbuka 2016. Padahal ia memulai ajang grand slam pembuka tahun itu dengan semangat dan optimisme membara guna memoles performa musim lalu.
Di tahun 2015, petenis putra dengan koleksi titel Prancis Terbuka paling banyak (9 gelar) itu tidak mampu sekali pun menjuarai grand slam. Padahal sedari 2005, petenis Spanyol 29 tahun itu selalu bisa menggondol setidaknya satu titel grand slam setiap musim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia tidak bermain pada level yang kita harapkan. Tapi saya pikir itulah masalah ketika Anda sudah terlebih dulu punya pencapaian sedemikian tinggi seperti dirinya. Sulit untuk melebihinya," ucap Henman dalam wawancara dengan DNAIndia.com di Mumbai.
"Tapi ia masih terus bekerja keras setiap masuk ke lapangan. Anda masih bisa melihat energi dan antuasiasme yang ia miliki. Hanya saja hasil tidak berpihak padanya. Saya ingin melihatnya tampil lagi di level terbaik karena ia berkontribusi besar untuk tenis."
"Musim lapangan tanah liat sudah mendekat dan saya yakin ia akan mulai mengokohkan permainan. Saat Prancis Terbuka tiga, sudah pasti ia akan menjadi unggulan kuat," tuturnya mengenai peraih 14 titel grand slam tunggal putra itu.
(krs/cas)











































