Maria Sharapova dinilai bisa kehilangan pendapatan tak kurang dari 100 juta poundsterling (Rp 1,86 triliun) dari sponsor terkait skandal dopingnya saat ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sharapova mengumumkan dirinya tidak lolos tes doping di Australia Terbuka lalu. Petenis Rusia 28 tahun itu positif mengonsumsi zat meldonium.
[Baca juga: Sharapova Gagal Tes Doping di Australia Terbuka]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pakar pemasaran olahraga Nigel Currie, skandal doping yang muncul saat ini berpotensi membuat Sharapova kehilangan sponsor sampai mengalami tingkat kerugian finansial terbesar untuk seorang olahragawan.
"Kalau Maria memang dapat hukuman empat tahun maka mungkin memang akan seperti itu dan kita membicarakan soal potensi kehilangan sekitar 100 juta poundsterling," ucap Currie di London Evening Standard.
"Pendapatannya sebagai pemain tenis jauh sekali dibandingkan dengan pencapaian sponsornya di luar lapangan dan ia sudah menjadi atlet putri dengan bayaran tertinggi selama 11 tahun dan merupakan sebuah impian untuk dunia pemasaran. Ia memiliki seluruh atribut dan tidak ada banyak atlet bintang putri yang langsung bisa dikenali seluruh dunia. Maria punya sponsor-sponsor papan atas dengan kontrak besar dan mereka akan mencermati situasi dengan amat serius.

[Getty Images/Ryan Pierse]
"Di masa lalu sponsor-sponsor masih bisa abai dan tak bereaksi, menunggu semua reda. Saat ini, di dunia yang korporasinya lebih sadar diri, merek-merek itu harus melindungi citranya. Mereka paranoid dengan hal seperti ini dan cenderung ingin keluar ketika mencium skandal," tuturnya.
Sharapova mengonsumsi zat meldonium sejak 2006. Meldonium sendiri digunakan untuk mengobati sakit pada dada dan serangan jantung. Namun beberapa peneliti mengaitkannya sebagai obat untuk meningkatkan performa dan daya tahan. Sharapova mengaku pertama kali mendapat obat ini pada tahun 2006 dari dokter keluarga karena masalah kesehatan yang dia alami.
Zat tersebut baru mulai dilarang oleh WADA (Badan Anti Doping Dunia) dan ITF (Federasi Tenis Profesional) pada 1 Januari 2016. Pada akhir Desember lalu Sharapova menerima surat elektronik terkait perubahan itu tapi mengaku lalai tidak membaca secara rinci pada bagian tautannya.
Akibat hal tersebut Sharapova diancam hukuman empat tahun. Namun, catatan bersihnya sebelum ini diprediksi dapat membuat masa hukuman dipangkas jauh lebih singkat. Pun demikian, untuk sementara waktu Sharapova sudah diskors dari dunia tenis dan dijauhi para sponsornya, dengan Nike menjadi yang pertama mengeluarkan pengumuman seputar hal itu.
"Itu merupakan sebuah keputusan besar oleh Nike karena kerjasamanya 70 juta dolar AS selama delapan tahun dan masih berjalan, sehingga saat ini nilainya bisa lebih besar. Semua merek-merek ternama menempel padanya dan ia pun sudah melakukan kerjanya dengan bagus, dan itulah mengapa ada banyak hal bergantung pada keputusan otoritas tenis," sebut Currie.
(krs/rin)











































