Peluang Jepang Hentikan China Raih Trofi Piala Uber Ketiga Beruntun

Piala Thomas-Uber

Peluang Jepang Hentikan China Raih Trofi Piala Uber Ketiga Beruntun

Femi Diah - Sport
Jumat, 13 Mei 2016 12:14 WIB
Peluang Jepang Hentikan China Raih Trofi Piala Uber Ketiga Beruntun
Foto: Warren Little/Getty Images
Jakarta - Piala Uber kali ini menjadi kesempatan Jepang untuk merusak dominasi China. Sementara, dengan skuat amat muda boleh dibilang Indonesia sekadar turut meramaikan.

China dan Jepang memang menjadi unggulan pertama dan kedua dalam Piala Uber yang akan dimulai 15-22 Mei di Kunshan, China. Dua negara itu juga menjadi finalis gelaran serupa dua tahun lalu di New Delhi, India. China kahirnya menjadi juara dan meneruskan koleksi dua titel beruntun yang sekaligus titel ke-13 milik mereka.

Sebagai tuan rumah, China mempunyai skuat yang cukup mumpuni dan merata, baik di sektor tunggal ataupun ganda. Meskipun, jika disimak dominasi para pemain China di turnamen individu mulai goyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai gambaran, statistik memang menunjukkan kalau tunggal pertama, Li Xuerui, mempunyai rekor kemenangan yang panjang atas para pemain tunggal pertama negara-negara unggulan. Xuerui masih unggul 2-1 atas pemain Jepang Nozomi Okuhara. Xuerui juga punya statsitik sip atas Sung Ji Hyun (Korea Selatan) dengan rekor 21-1. Begitu pula atas pemain Thailand yang tengah bagus-bagusnya, Ratchanok Intanon, dengan rekor 7-4.

Statistik bagus juga dimiliki Wang Shixian atas para pemain tunggal kedua negara unggulan lain. Jika perlu dimainkan Wang Yihan juga jauh di atas angin dengan pemain tunggal ketiga negara-negara unggulan.

Tapi, mereka bukan lagi tunggal yang tak terkalahkan. Dalam turnamen super series terakhir, juara tunggal putri sudah bukan lagi milik China.

Kekuatan di nomor ganda, Tang Yuanting/Yu Yang dan Tian Qing/Zhao Yunlei, juga cukup kuat. Tapi, sama seperti nomor tunggal kedua pasangan itu bukan lagi yang terbaik di dunia.

Dengan situasi itu, Piala Uber kali ini menjadi kesempatan negara lain untuk bisa menyamai prestasi Korea Selatan di tahun 2010, mencuri trofi Piala Uber dari China.

Menilik skuat tim-tim kontestan, Jepang lah yang berpeluang paling besar untuk bisa menjegal China. Jepang juga mempunyai dua pemain tunggal--Nozomi Okuhara dan Akanae Yamaguchi--berusia muda yang tengah naik daun dan Sayaka Sato yang justru menemukan permaiannya setelah mendekati usia 25 tahun. Nozomi mempunyai modal bagus sebagai juara World Superseries 2015 di Dubai dan kampiun All England tahun ini. Akane Yamaguchi yang barus berusia 18 tahun mempunyai permainan yang ulet dan lincah serta mulai menyulitkan para pemain papan atas. Sayaka juga juga mempunyai staistik yang jempolan atas pemain-pemain tunggal ketiga negara-negara unggulan.

Di sektor ganda, Jepang juga tengah mempunyai ganda putri terbaik dunia Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Performa ganda kedua Naoko Fukuman/Kurumi Yonao juga mulai menanjak.

Di babak penyisihan grup, China tergabung dengan Denmark, Spanyol, dan Malaysia pada Grup A. Sementara Jepang bersama-sama dengan India, Australia dan Hong Kong. Jika sama-sama mnjadi juara grup, keduanya dipastikan tak akan berjumpa di perempatfinal. Final ideal akan menjadi partai menarik di akhir kejuaraan.

Di mana posisi Indonesia di antara tim-tim negara lain?
Indonesia menuju Piala Uber 2016 di Kunshan, China

'Srikandi Merah Putih' menjadi unggulan enam besar. Mereka lolos lewat cara yang kurang meyakinkan, yakni melalui jalur peringkat terbaik di antara tim-tim yang sudah tersingkir dari kualifikasi. Di Hyderabad Maria Febe Kusumastuti dkk. terhenti di babak perempatfinal

Kekuatan di putaran final ini malah menurun dibandingkan saat tampil di babak kualifikasi. Setelah Nitya Krishinda Maheswari mundur karena cedera, Greysa Polii kemungkinan besar tidak bisa bakal dimainkan. Situasi itu juga menambah lubang besar bagi tim putri Indonesia: mereka terbang ke Kunshan tanpa kapten tim. Posisi kapten tim dipindahtangankan kepada Greysia.

Menilik skuat yang tersisa di antara para pemain Indonesia, hanya Maria Febe Kusumastuti dan Tiara Rosalia Nuraidah--pengganti Nitya--yang pernah tampil di Piala Uber. Para pemain lain masih sangat asing dengan ajang tersebut.

Para pelapis Febe, yakni Fitriani, Hanna Ramadini dan Gregoria Mariska Tanjung masih berada di bawah urutan 50 besar dunia. Gregoria bahkan masih di peringkat ke-106.

Situasi serupa dimiliki sektor ganda putri, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani dan Della Destiara/Rosyita Eka Putri Sari masih di luar peringkat 20 besar dunia. Anggia/Ketut ada di posisi 25 sedangkan Della/Rosyita di peringkat ke-27.

Di babak penyisihan grup, IndonesiaΒ  tergabung dalam Grup C bersama dengan Thailand, Bulgaria, dan Hong Kong. PBSI bahkan sempat merevisi target dari lolos ke babak semifinal menjadi lolos dari babak penyisihan grup.

Apapun, menarik untuk menyaksikan para pemain muda Indonesia itu untuk bertarung dengan pemain-pemain top dunia sembari berharap mereka memetik bekal yang signifikan untuk tampil di ajang-ajang beregu berikutnya.

(fem/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads