Indonesia telah meloloskan 10 atlet bulutangkis ke Olimpiade tahun ini. Mereka dua ganda campuran (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto), satu pasang ganda putra (Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan), satu pasang ganda putri (Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari), lalu satu atlet dari tunggal putra (Tommy Sugiarto) dan tunggal putri (Linda Wenifanetri).
Rencananya mereka akan dikarantina di dua tempat, Kudus dan Sao Paulo. Hanya yang membedakan dua tempat ini dengan pelatnas Cipayung adalah penerapan programnya yang lebih fleksibel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prinsipnya para pemain ini kami buat programnya lebih fleksibel, anytime, apapun itu. Contohnya mau nonton analisa video mereka, silakan, kita sudah punya tim sendiri jadi tentukan saja. Atau mau psikolog, orangnya sudah tersedia, anytime, jadi fleksibel," ujar dia lagi.
Kendati program dibuat tidak kaku, Rexy menjelaskan, jika intesitas program latihan bukan berarti turun. "Tidak, latihan tetap tinggi. Cuma kami inginnya saat di Kudus itu pemain punya cara berpikirnya yang lebih tenang. Tidak yang terlalu bagaimana. Makanya kenapa pilih Kudus, ya, karena itu Kota Pesantren," Rexy menjelaskan.
Setelah melewati masa karantina di Kudus selama satu pekan, 11-16 Juli, para pemain akan kembali ke Jakarta lebih dulu. Mereka akan bertolak ke Sao Paulo pada 27 Juli. Di sana program yang diberikan pun berbeda dengan penerapan di Kudus.
"Kalau Sao Paulo arahanya sudah lebih banyak ke pre-competition. Di sana lebih ke pembenahan strategi, tidak ada treatment khusus lagi, cuma lebih deep lagi untuk mengorek gap yang ada. Yang jelas, di Kudus maupun di Sao Paulo kami buat suasananya seperti di Olimpiade," pungkas Rexy. (mcy/din)











































