Awal Oktober ini Djokovic menyatakan bahwa kegembiraannya di atas lapangan mulai pudar setelah menjuarai Prancis Terbuka, ketika ia mengaku terllau membebani diri dalam usahanya meraih gelar juara.
[Baca juga: Djokovic Tak Lagi Terobsesi dengan Gelar Juara dan Peringkat 1 Dunia]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendekatan saya kini berbeda setelah periode Roland Garros, ketika saya mendapatkan kesulitan untuk merasakan kenikmatan. Entahlah, sebenarnya saya tidak tahu persis akan bereaksi seperti apa usi menjuarai Prancis Terbuka karena itu sangat sarat emosi. Sudah pasti saya amat puas, tapi di sisi lain juga sangat kelelahan, dan saya butuh waktu untuk memulihkan diri," katanya di Tennis.com.
"Jadi itulah prioritas saya sekarang: mendapatkan kembali kegembiraan internal tersebut, dan benar-benar merasa senang ketika berada di atas lapangan. Semua yang lain menjadi nomor dua setelah itu," beber Djokovic.
Sejak kemenangannya di Prancis Terbuka, petenis 29 tahun itu cuma memenangi satu turnamen. Djokovic memang masih bertengger sebagai petenis peringkat satu dunia, tapi hal itu sudah membuat Andy Murray kian mendekat. Dalam peringkat teranyar, per 10 Oktober, Djokovic kini cuma unggul 3.695 angka dari Murray yang menempati posisi dua.
"Saya pikir itu bukan prioritas saat ini. Dari sudut pandang saya, itu tidaklah saya pikirkan. Saya memikirkan hal lain yang lebih penting," ujar Djokovic.
Pun demikian, ia menegaskan bahwa dirinya masih tetap membidik kemenangan saat tampil di lapangan pertandingan. "Ketika saya bilang tak tertarik dengan meraih kemenangan dan mengangkat trofi semata, itu tak berarti saya sama sekali tidak tertarik. Tentu saja ketika saya ada di atas lapangan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menang, itu tidaklah berubah."
(krs/mfi)











































