Petenis Serbia berusia 29 tahun itu mengakhiri 2016 dengan kekalahan di final ATP World Tour di tangan Andy Murray dengan skor 3-6, 4-6. Hasil itu memastikan Djokovic tidak dapat merebut kembali singgasananya di puncak daftar peringkat yang kini dikuasai petenis Britania Raya tersebut.
Sepanjang tahun ini, Djokovic memang mengalami pasang-surut. Peraih 13 titel Grand Slam itu menjalani paruh pertama musim fantastis, yang puncaknya dicapai kala menjadi juara di Roland Garros.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Novak adalah seorang kompetitor sepenuh hati. Kalau saya harus memilih seseorang yang harus bermain untuk hidup saya, maka saya akan memilih Djokovic. Sebesar itulah saya mempercayai dia," kata pelatih Djokovic, Boris Becker kepada CNN's World Sport Show.
"Ini bisa menjadi sebuah titik balik untuk musim 2017 Novak Djokovic. Sebanyak kekalahan ini akan melukai dia, mungkin ini akan menginspirasi dia untuk kembali termotivasi, mendapatkan kekuatannya kembali untuk tahun depan. Mungkin ini akan menjadi sebuah hal yang baik pada akhirnya."
(rin/mfi)











































