Djokovic memulai persaingan tahun 2016 dengan meyakinkan. Petenis Serbia itu berhasil mengunci dua gelar juara grand slam, Australia dan Prancis Terbuka. Namun setelah menjadi kampiun di Roland Garros, penampilan Djokovic mengendur. Hingga peringkatnya turun ke nomor dua dunia dan digeser Murray.
Menurut pelatihnya, Boris Becker, Djokovic kehilangan motivasi untuk menjadi juara lagi setelah menjadi jawara Prancis Terbuka. Ajang itu memang satu-satunya yang belum dimenangkan Djokovic sebelumnya. Kemudian, dalam prosesnya Djokovic memecat Becker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang tahun ini, Murray juga tercatat membukukan sembilan gelar juara turnamen ATP Tour dari 13 kali final (dengan 17 turnamen yang diikutinya).
Persaingan dua petenis itu diyakini tetap bakal sengit tahun depan. Asalkan, dua petenis itu tak ada yang cedera.
"Saya berharap Novak kembali menjadi nomor satu dunia lagi dalam kariernya. Memang akan sulit untuk meraihnya dalam beberapa bulan ke depan dengan berkaca kepada dominasinya di awal tahun ini. So, saya rasa Andy akan bertahan di posisi pertama untuk beberapa lama," tutur Federer seperti dikutip Tennis.
"Tapi lagi-lagi, kita harus melihat siapa yang terbebas dari cedera. Juga siapa yang tampil dalam turnamen paling banyak nantinya. Dalam enam bulan ke depan akan ada turnamen terus-menerus yang cukup ketat jadwalnya," ucap Federer yang peringkatnya merosot ke urutan 16 lantaran cedera.
(fem/nds)











































