Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PBSI, Susy Susanti, bertekad menggenjot regenerasi pemain bulutangkis nasional. Dia menghidupkan lagi pelatnas pratama yang diisi para pemain muda, bisa kurang dari 15 tahun.
Perbedaan usia dan sukses prestasi--yang biasanya dibarengi materi--pada atlet-atlet pelatnas pratama dan utama menjadi kewaspadaan tersendiri PP PBSI. Makanya, Susy menerapkan aturan yang berbeda bagi para pemain pelatnas itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mental pemain muda tentu kami pikirkan. Kenapa saya juga memilih pelatih yang punya karakter, tanggung jawab, karena mereka juga harus mengerti kalau yang mereka latih adalah pemain muda," kata Susy.
"Selain itu, untuk atlet, keluar masuk pelatnas itu harus izin, lalu tidur jam berapa karena ada ibu dan bapak asrama juga, lalu tidak boleh bawa handphone. Ada aturan-aturanlah yang mulai diterapkan, jadi saat latihan mereka bisa fokus."
[Baca Juga: Susy Susanti Tegaskan 3+2 Target Utama PBSI di 2017]
Menurut Susy penerapan aturan ketat itu sudah diterapkan pada beberapa sektor di pelatnas. Namun, Susy tetap harus lebih rajin lagi untuk sosialisasi.
"Karena kami ini menangani atlet muda yang masih labil sehingga butuh bimbingan, sekaligus pembentukan karakter juga," kata dia.
Sebelum para pemain itu lolos ke pelatnas, Susy memang sudah membeberkan konsekuensi selama tinggal di Cipayung kepada para pemain muda itu. Susy, meminta komitmen soal motivasi masuk pelatnas dan targetnya.
"Jadi tidak sembarangan komitmen saja. Selain itu, bagi atlet utama program pratama ini bisa memacu mereka untuk lebih bersaing secara sportif."
[Baca Juga: PBSI Hidupkan Pelatnas Pratama Lagi, Ini Daftar Pemain Cipayung]
[Baca Juga: Inilah Susunan Pelatih Pelatnas PBSI Mulai 2017]
Dari sisi prestasi, Susy optimistis keberadaan pelatnas pratama akan memacu prestasi para pemain pelatnas utama.
"Kalau soal ini masing-masing sektor punya program sendiri untuk menyatukan visi misi utama dan pratama. Contoh kemarin ganda putri, pergi bersama. Itu bagus untuk membangun kekompakan tetapi tetap di bawah pengawasan pelatih," ucap dia.
(mcy/fem)











































