Icuk Tetap Mundur dari PBSI

Icuk Tetap Mundur dari PBSI

- Sport
Kamis, 14 Apr 2005 00:05 WIB
Jakarta - Tak berubah pikiran. Demikian Icuk Sugiarto mengenai keputusannya mundur dari jabatan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi dan Pelatnas PB PBSI (Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia).Dalam pertemuannya dengan para wartawan di PB PBSI, Rabu (13/4/2005), Icuk mengungkapkan panjang lebar dan membeberkan segala permasalahannya selama lima bulan berkiprah di PB PBSI.Icuk menganggap fungsinya tidak maksimal sebagai Ketua Bidang Pembinaan dan Pelatnas. Banyak ganjalan yang dirasakan seperti dibentuknya Dewan Eksekutif PB PBSI, yang kemudian mengeluarkan surat keputusan adanya kelompok kerja (pokja) pelatnas.Perlakuan tak adil pun dirasakan Icuk ketika Ketua Umum PB PBSI Sutiyoso memaksanya memilih apa bertahan menjabat sebagai staf ahli Menegpora atau melepas jabatannya di PBSI.Diyakini Icuk permintaan Sutiyoso kepada dirinya, tak lepas dari insiatif dari orang-orang yang tidak berkenan jika Icuk berada dalam kepengurusan. "Saya tidak ingin Ketua Umum dalam posisi yang tidak enak, dia orang baik. Sampai sekarang saya tidak merasa salah pilih. Siapapun tahu, orang pun tahu siapa yang bawa Sutiyoso. Bahkan sebelum beliau terpilih saya mengundang para pengurus Pengda dan Pengcab untuk mendukungnya," ungkap Icuk, Rabu (13/4/2005). "Terus terang saya tidak bisa diposisikan seperti itu. Pengurus lain pun punya aktivitas di luar tapi tidak dipermasalahkan. Giliran saya hanya seorang Icuk ia melakukan demikian," tambahnya.Masih cerita Icuk, dalam suatu kesempatan ia bertanya kepada Sutiyoso apakah keberadaan dirinya masih dibutuhkan dalam kepengurusaan. Saat itu, Sutiyoso terdiam."Saya pernah bertanya apakah saya masih dibutuhkan, disingkirkan atau diberhentikan. Pak Sutiyoso terdiam. Ia lebih mendengarkan orang-orang yang notabene cari muka. Pak Sutiyoso tahu saya lebih dari lima tahun. Masa dengan orang yang baru bertemu ia sudah percaya dengan orang lain," cerita Icuk.Ayah dari pebulutangkis muda Tommy Sugiarto ini juga tak lupa menggambarkan kepengurusan PBSI yang sekarang. Menurutnya senioritas sangat kental di dalam tubuh organisasi bulutangkis nasional itu.Alhasil kreatifitas Icuk terbungkam, kebijakan yang ia ambil dipatahkan keputusan orang-orang merasa lebih senior."Mereka tidak bisa menerima keberadaan orang yang lebih muda seperti saya. Ini bentuk pelecehan. Walaupun saya lebih muda saya pun tidak kalah, karena sebelumnya saya telah memiliki pengalaman organisasi, mulai di Pengcab Pengda," kata Icuk kecewa.Surat pengunduran diri yang Icuk serahkan langsung ke Sutiyoso, Selasa (12/4) lalu, tidak akan ia tarik kembali. Meski sebelumnya Sutiyoso memintanya untuk mempertimbangkan kembali."Keputusan saya sudah bulat. Saya tidak akan kembali ke PBSI. Cukup menjadi pengurus Pengda dan membina bulutangkis DKI seperti dulu itu sudah cukup," tukasnya.Mengenai nasib sang anak Tommy yang juga merupakan atlet pelatnas, Icuk merasa tidak takut karir anaknya diutak-atik. Ia sudah punya rencana sendiri untuk Tommy. "Saya tidak takut, kalau memang anak saya dikeluarkan dari pelatnas saya sudah siap. Saya akan sekolahkan Tommy ke luar negeri," tandas Icuk. (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads