Ajang itu akan dihelat dalam enam seri pada enam kota berbeda ditambah grand final di Jakarta pada 18-24 September. Seri I dimulai dari Pekanbaru pada tanggal 4-8 April 2017, berlanjut Seri II di Lampung. Seri III, IV V, dan Vi masing-masing dihelat di Balikpapan, Makassar, dan Semarang.
"Kami melihat di Riau dan Lampung juga memiliki sentra-sentra pembinaan bulutangkis yang cukup baik. Karena itu demi pemerataan kami memberikan kesempatan kepada Riau dan Lampung," kata Alan Budikusuma, pencetus turnamen seperti dalam rilis kepada detikSport, Senin (3/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaca pelaksanaan yang sudah-sudah, ajang itu akan memberlakukan regulasi baru terkait domisili peserta. Panitia hanya akan meloloskan peserta yang berdomisili sesuai wilayahnya masing-masing. Sebagai gambaran pemain yang berdomisili di Sumatera hanya boleh bermain di seri Pekanbaru dan Bandarlampung.
Selain itu, mulai pergelaran tahun ini turnamen tersebut memperebutkan poin rangking PBSI. Seperti dijelaskan Kepala Bidang Pemasalan dan Komunitas PBSI Eddy Prayitno, untuk para peserta turnamen seri yang digelar di luar Jakarta akan mendapatkan poin daerah. Sedangkan untuk putaran grand final di Jakarta mendapatkan poin nasional yang nilainya lebih besar.
Jadwal Daihatsu Astec Open 2017
I. Pekanbaru (Riau) 4-8 April diikuti peserta dari Sumatra
II. Bandarlampung (Lampung) 24-28 April (Sumatra)
III. Balikpapan (Kaltim) 16-20 Mei (Kalimantan, Bali, NTB)
IV. Makassar (Sulsel) 12 -15 Juli (Sulawesi, Papua, Ambon, NTT)
V. Malang (Jatim) 25-29 Juli (Jawa)
VI. Semarang (Jateng) 16-19 Agustus (Jawa)
Grand Final Jakarta 18-24 September (Terbuka)
(fem/din)










































