Petenis Britania Raya itu menjadi petenis nomor wahid sejak November 2016 setelah menjuarai ATP World Tour Finals di London. Itu berarti, Murray memegang predikat tersebut selama 24 pekan berturut-turut.
Namun demikian, performa Murray justru tidak bagus-bagus amat kemudian. Pada 2017, Murray baru meraih satu gelar di Dubai Terbuka, dan kalah di lebih awal di Australia Terbuka, Indian Wells, Monte Carlo, dan yang terakhir Barcelona.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tidak terlalu peduli dengan menjadi nomor 1 lagi atau keharusan memenangi seluruh turnamen," ungkap Murray, yang diwartakan Marca.
"Kupikir hal itu adalah sesuatu yang terjadi ketika aku masih muda atau di waktu lain ketika aku belum terlalu berpengalaman, aku akan memiliki tekanan besar. Bagaimanapun, aku sudah bermain tenis selama 12 atau 13 tahun."
Setelah menikahi kekasihnya Kim Sears pada November 2014, Murray dikaruniai seorang putri yang lahir pada Februari tahun lalu. Status barunya sebagai bapak memberi banyak perubahan dalam kariernya.
"Menjadi orang tua memberiku stabilitas lebih besar. Hal itu pada dasarnya mengubah perspektif Anda dan menjadikannya lebih baik. Hal itu telah mengubah caraku melihat banyak hal, memahami bahwa apa yang penting dan apa yang tidak," lanjut pemilik tiga gelar Grand Slam ini.
"Sebelumnya, setelah kalah di suatu pertandingan, aku akan kecewa berhari-hari. Sekarang aku tidak punya waku untuk menyesalkan kekalahan karena keluargaku lebih penting [untukku]," tuntas Murray.
(rin/din)











































