detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 29 Mei 2017 19:10 WIB

Berkaca Korea, PBSI Tak Bisa Lagi Bilang 'Maklum Indonesia Diisi Pemain Muda'

Mercy Raya - detikSport
Jonatan Christie diharapkan bisa menembus papan atas dunia. Foto: PP PBSI Jonatan Christie diharapkan bisa menembus papan atas dunia. Foto: PP PBSI
Jakarta - Sukses Korea menjadi juara Piala Sudirman menjadi cambuk bagi PP PBSI yang dipimpin Wiranto untuk berbenah total. PBSI tak bisa lagi berdalih skuat muda.

Korea berhasil menjadi juara Piala Sudirman 2017. Tim Negeri Ginseng itu mengalahkan China di babak final.

Istimewanya, Korea didominasi oleh pemain muda. Skuat mereka rata-rata berumur 23 tahun. Korea kehilangan banyak pemain usai pensiunnya pebulutangkis top setelah Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Dengan laju Korea itu, Indonesia semestinya bisa memetik pelajaran penting. Sebab, tuntutan dunia tak lagi memberi celah terhadap negara yang lambat melakukan regenerasi.

"Dari mulai kejuaraan Thomas Cup dan sebelumnya sebenarnya persaingan sudah merata. Bisa dilihat dari banyaknya pemain muda yang muncul. Ini tentu menjadi cambuk buat PBSI untuk lebih cepat lagi mengakselerasi pemain-pemain muda untuk lebih berani dan mengajukan mereka di turnamen-turnamen," kata Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Senin (29/5/2017).

"Tidak ada pilihan lain, seperti di ganda putra Fajar Alfian / Muhammad Rian dan yang muda yang lain itu sudah harus mulai diorbitkan, di ganda putri dan campuran yang jadi juara harus diterbangkan sesuai rekornya, seperti Anthony yang pernah jadi juara ya itu harus," lanjutnya.

PBSI membuat langkah oke dengan melakukan percepatan prestasi terhadap Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Ihsan Maulana Mustofa. sempat menjanjikan dengan menjadi juara beregu Kejuaraan Asia dan Piala Thomas. Kini, mereka kesulitan untuk menyodok papan atas.

"Tim kita pun di Piala Sudirman sebenarnya tim muda, seperti ganda campuran senior, tungal putra muda, tunggal putri juga, ganda putri dengan memasukkan Apriyani, ganda putra muda. Kalau orang kan melihatnya karena sudah sering tampil jadi berpikir senior, padahal kalau dilihat usianya muda. Jadi yang senior sebenarnya hanya Mohamad Ahsan," tutur Budiharto.

"Tapi kami kan enggak berhenti begitu saja. Kami usulkan lagi di bawahnya seperti Fajar/Rian masih 22, ada beberapa pemain mudaSabar sama Kayaman yang masih di bawah 20 tahun yang kita siapkan untuk Kejuaraan Dunia junior," ujarnya.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed