Murray menguasai puncak dunia sejak akhir 2016. Petenis Inggris Raya itu menggeser posisi petenis Serbia Novak Djokovic yang menempatinya sejak 7 Juli 2014.
Namun, setelah rentetan hasil oke pada 2016 Murray malah kesulitan tahun ini. Dalam delapan turnamen yang diikutinya tahun ini, Murray hanya sekali juara yakni di Dubay Tennis Championship.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Murray pun menyadari posisinya di urutan pertama dunia tak aman. Dia menilai situasi itu wajar.
"Kelihatannya saya akan kehilangan peringkat satu. Tak seorang pun bisa menguasainya terus-menerus. Mau tak mau seorang petenis akan memasuki tahapan ini," kata Murray seperti dikutip Mirror.
"Kalau kalian ingin tetap berada di urutan pertama dunia, kalian tak bisa membiarkan untuk tidak menjadi juara pada turnamen besar selama tiga sampai empat bulan. Itulah yang saya alami sejak Februari sampai Prancis Terbuka," tutur dia.
Saat ini Murray bersiap untuk menghadapi turnamen tenis grand slam terdekat. Dia bertekad untuk menjadi juara di Wimbledon mulai 3-16 Juli.
"Saya menyadari itu memang akan terjadi. Tapi saya tak akan bermain di Wimbledon untuk meraih poin ranking. Saya akan menjadi juara Wimbledon karena itu adalah tujuan saya. Saya sedang berlatih semaksimal mungkin," ucap dia.
(fem/krs)











































