Bahas Isu Rasialisme, Serena Sebut-Sebut Sharapova

ADVERTISEMENT

Bahas Isu Rasialisme, Serena Sebut-Sebut Sharapova

Okdwitya Karina Sari - Sport
Rabu, 16 Agu 2017 16:45 WIB
Foto: Michael Dodge/Getty Images
Florida - Petenis top Serena Williams mengungkapkan, tenis masih dibayangi isu rasialisme. Serena mengaku mesti bekerja jauh lebih keras untuk mendapatkan simpati publik.

Serena merupakan satu dari segelintir petenis putri yang berkulit hitam. Meskipun prestasinya tiada duanya, tidak bisa dipungkiri bahwa petenis Amerika Serikat itu sering kali dicap seram, kejam, dan sebagainya.

Padahal, Serena tidak seperti yang dipikirkan orang-orang. Menurut Serena, dia selalu bersikap baik kepada semua orang dibandingkan petenis Rusia Maria Sharapova, yang disebutnya sombong.

Karena berkulit putih, Sharapova mendapatkan reputasi yang lebih baik daripada Serena.

"Aku merasa seperti orang-orang berpikir bahwa aku kejam," ungkap pemilik 23 titel Grand Slam itu kepada Vogue. "Hal itu sungguh-sungguh berat dan kejam."

"Aku percaya bahwa petenis-petenis putri lainnya akan bilang, 'Serena benar-benar orang yang menyenangkan.' Tapi Maria Sharapova, yang mungkin tidak berbicara dengan siapapun, mungkin dilihat publik sebagai orang yang lebih menyenangkan."

"Kenapa? Karena aku berkulit hitam sehingga aku terlihat kejam? Itulah dunia yang kita tinggali. Begitulah kehidupan. Mereka bilang orang Amerika keturunan Afrika harus dua kali lebih baik, terutama perempuan. Aku sepenuhnya baik-baik saja untuk menjadi orang yang dua kali lebih baik," lugas Serena.

Petenis berusia 35 tahun itu saat menepi dari lapangan tenis usai menjuarai Australia Terbuka, awal tahun ini karena sedang mengandung. (rin/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT