detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 01 Feb 2018 18:50 WIB

Susy Soroti Mental dan Beri Ultimatum untuk Tunggal Putri

Mercy Raya - detikSport
Fitriani (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Tunggal putri Indonesia habis sejak babak kedua di Indonesia Masters 2018. Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PBSI, Susy Susanti, menilai ada yang salah dengan mental pemain.

Indonesia berhasil meloloskan empat wakil ke babak final, dengan dua gelar juara pada Indonesia Masters pekan lalu. Tapi, tak ada tunggal putri yang mencapai babak puncak.

Pemain-pemain tunggal putri Indonesia rontok di babak kedua ajang Indonesia Masters. Fitriani menjadi wakil terakhir yang tumbang di babak 16 besar itu.

Susy menilai Fitriani tak percaya diri saat tampil di lapangan. Dia menyebut pemain berperingkat ke-25 itu, tak benar-benar mengenal secara detail kelemahan dan kelebihannya sendiri.

"Masih belum juara, artinya masih kurang kan? Dia memang harus lebih ekstra kerja keras lagi karena dia sendiri masih bingung dengan polanya," kata Susy.

"Dia itu kan pemain lob-lob sama seperti saya. Makanya, saya bilang polanya ikut saya deh. Semoga prestasinya ikut seperti saya. Defence dikuatin dan lobnya didalamin lagi, tapi harus siap," dituturkannya.

Susy juga menggarisbawahi penampilan Gregoria Mariska. Direncanakan mampu menembus babak perempatfinal, Gregoria malah kandas di babak pertama usai dikalahkan tunggal Malaysia Goh Jin Wei yang pernah dikalahkan pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior.

"Itu yang saya bilang punya potensi, tapi tak punya kemauan. Dia juga kurang bisa jaga kondisi dan tidak disiplin untuk diri sendiri. Karena yang bisa mengalahkan dia adalah diri sendiri. Ya selama tidak mau berubah ya susah ya," kata Susy di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (1/2/2018).

Dikatakan Susy, sejatinya dirinya sudah memberikan penanganan khusus kepada tunggal putri. Tapi, penampilan di lapangan sebagian besar menjadi tanggung jawab pemain.

"Sudah, tapi lama-lama balik lagi. Itu saja sebelum Kejuaraan Asia saya cukup kencang juga. Saya bukannya apa-apa meski dia potensi tapi secara perilaku tidak bagus buat apa?" ujar Susy.

Susy Susanti Susy Susanti (Grandyos Zafna/detikSport)

"Lebih baik membina yang betul-betul mau, yang punya karakter pejuang, bukan cepat menyerah. kalau mau jadi atlet ya harus siap capek.Dia udah mau bagus dan mau buktikan dan bisa kok," dia menjelaskan.

"Sekarang levelnya senior. Ini kan baru ajang yang antara untuk naik ke atas. ada nama untuk masukin slotnya dia. Tapi, balik lagi bukan berarti dia puas di junior. Harus bisa menjawab buat senior juga," Susy menambahkan.

Toleransi Enam Bulan

Setelah Indonesia Masters, tunggal putri akan turun dalam Badminton Asia Team Championship 2018 di Malaysia. Susy bakal mengawal peningkatan pemain-pemain tunggal putri enam bulan ke depan.

"Kami lihat enam bulan ini. Kan ada SK pantauan enam bulan. Mulai dari awal tahun sudah kami pantau jika tak ada kemajuan langsung degradasi," kata peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona ini

"Kan dari awal saya masuk seperti apa. Jangan sampai begitu sudah di luar dia menyesal. Nah, untuk menyadari bahwa ini ada kesempatan gunakanlah kesempatan itu," dia menambahkan.

Tak hanya kepada atlet, Istri dari legenda bulutangkis Alan Budi Kusuma ini juga ikut memperingatkan pelatihnya, Minarti Timur.

"Karena dia yang bertanggung jawab terhadap atletnya. Itu kan kita satu team work yang jadi satu," dia menegaskan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com