DetikSport
Selasa 13 Maret 2018, 10:30 WIB

Kans Tontowi/Liliyana Akhiri Puasa Emas di Asian Games

Femi Diah - detikSport
Kans Tontowi/Liliyana Akhiri Puasa Emas di Asian Games Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir diharapkan mampu mengakhiri paceklik gelar di Asian Games 2018. (Agung Pambudhy/detikSport)
FOKUS BERITA: One on One: Owi/Butet
Jakarta - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bakal menjadi tumpuan utama ganda campuran Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta Palembang. Sudah 36 tahun, sektor tersebut paceklik gelar.

Dua kali harapan itu datang, dua kali pula melayang. Nyaris saja Eddy Hartono/Verawaty Fajrin mengulang sukses senior mereka, Christian Hadinata/Ivana Lie, meraih emas Asian Games.

Tapi, Eddy/Verawaty harus puas membawa pulang perak dari Asian Games 1990 Beijing. Eddy/Verawaty dikalahkan pasangan Korea Selatan, Park Joo Bong/Chung Myung Hee di final.

Peluang itu kembali terbuka kala Tontowi/liliyana lolos ke final Asian Games 2014 Incheon. Sempat memimpin jalannya pertandingan di awal game pertama, mereka kandas di tangan Zhang Nan/Zhao Yunlei.

[Baca Juga: Tontowi/Liliyana Menjaga Rasa Lapar ke Asian Games]

Ganda campuran pun harus menunggu lebih lama. Belum ada lagi medali emas Asian Games untuk sektor tersebut sejak Christian/Ivana mendapatkannya pada 1982 di New Delhi.

Sebagai ganda campuran terbaik Tanah Air dan nomor kedua dunia, Tontowi/Liliyana diharapkan mampu mengakhiri kemarau panjang itu. Dukungan penuh diberikan oleh Ivana.

"Sudah terlalu lama. Malah nggaknyangka (belum ada lagi medali emas ganda campuran sejak 1982). Ini momentum yang sangat baik sekali di Indonesia, tuan rumah, untuk memecahkan telor yang sudah 36 tahun yang sudah busuk, untuk badminton lho," kataIvana.

[Gambas:Video 20detik]

Ivana memahami jika persaingan bulutangkis di level Asia tak mudah. Bahkan, dia menyebut perebutan medali emas Asian Games sudah seperti Olimpiade.

"Persaingan di Asian Games memang nyaris setara dengan Olimpiade sebab badminton kan kekuatan ada di Asia. Ibaratnya minus Denmark, seperti cerminan Olimpiade di nomor-nomor tertentu. Tidak 100 persen sama tapi mednekati. Jadi, ini momentum yang baik," dia menegaskan.

"Di antara semua yang konsisten adalah ganda campuran, namun ganda campuran sudah lebih lama mengawali dominasi di persaingan dunia. Mudah-mudahan Owi/Butet pas perform baik di sini dengan tidak mengecilkan yang lain," dia menambahkan.


(fem/din)

FOKUS BERITA: One on One: Owi/Butet
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed