detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 17 Mar 2018 22:41 WIB

Ganda Campuran Tanpa Gelar di All England, Pelatih: Tidak Gagal Total

Mercy Raya - detikSport
Praveen Jordan/Debby Susanto kandas di perempatfinal. (Foto: Tim Humas dan Social Media PP PBSI) Praveen Jordan/Debby Susanto kandas di perempatfinal. (Foto: Tim Humas dan Social Media PP PBSI)
Birmingham - Ganda campuran Indonesia tanpa gelar di All England 2018. Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, menilai hasil ini bukanlah kegagalan total.

PBSI menurunkan tiga pasang di sektor ganda campuran. Mereka adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Dalam perjalanannya, Tontowi/Liliyana dengan Hafiz/Gloria harus bentrok di babak kedua. Bermain tiga gim, Hafiz/Gloria sukses mengalahkan pasangan senior itu.


Tapi asa kemenangan Hafiz/Gloria tak bertahan lama setelah kalah dari Zhang Nan/Li Yinhui lewat pertarungan sengit tiga game dengan skor 14-21, 21-18, 18-21.

Menyusul Praveen/Debby yang juga gagal mengulangi sukses di All England setelah kandas di perempatfinal dari ganda campuran Denmark, Mathias Christiansen/Christinna Pedersen, dengan skor 16-21, 15-21.


Hasil ini bisa dibilang sangat mengecewakan. Pasalnya ganda campuran menjadi salah satu yang diandalkan meraih gelar, selain sektor ganda putra. Tapi Richard tak sependapat.

"Tidak gagal total karena All England bukan target utama," kata Richard ketika dihubungi pewarta Sabtu (17/3/2018). "Apalagi pasangan yang main seperti Hafiz/Gloria. Mereka merupakan pemain pelapis, dan khususnya bagi Hafiz All England ini yang pertama. Kemudian dia bersama Gloria berhasil lolos sampai 8 besar itu bagi saya suatu prestasi baik," sambungnya.

Sedangkan Praven/Debby, dijelaskan Richard, walaupun unggulan dan berpengalaman namun pasangan ini sudah lama tidak berpasangan sehingga cukup mempengaruhi pola permainannya.

"Tapi sekali lagi All England hanya target antara dan tolok ukur buat pemain muda," ujarnya.

"Apapun hasilnya saya tetap fokus dan yakin untuk memenuhi target medali di Asian Games. Sementara untuk pemain Hafiz/Gloria sudah menunjukkan kemajuan. Ini prospek baik untuk Olimpiade 2020 Tokyo," tegas Richard.

Ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa. Pasangan nomor satu dunia ini memijak final dan akan melawan pemenang antara Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe melawan Mathias Boe/Carsten Mogensen.

(mcy/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed