detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 18 Mar 2018 09:03 WIB

Christian Hadinata/Ade Chandra di All England 1972: Debutan dan Langsung Juara

Femi Diah - detikSport
Christian Hadinata mengenang All England 1972. (Rengga Sancaya/detikSport) Christian Hadinata mengenang All England 1972. (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - All England 1972 masih menggantung dalam ingatan Christian Hadinata. Bersama Ade Chandra, mereka datang sebagai debutan namun pulang dengan gelar juara.

Christian dan Ade datang sebagai penantang. Mereka debutan. Juga sama sekali tak diunggulkan kala itu. Sektor ganda masih menjadi favorit pemain Eropa kala itu.

Tapi, babak demi babak berhasil dilewati. Hingga kemudian Christian/Ade sampai di babak final. Partai puncak itu diselesaikan Christian dan Ade dengan naik podium tertinggi.

"Saya bersama-sama Ade Candra tidak diunggulkan. Kami menjadi satu-satunya ganda putra Indonesia yang main di All England. Itu pertama kalinya saya ke Eropa. Kami tidak dianggap. Waktu itu, kan nomor paling bergengsi di tunggal putra, di kita ada Rudy Hartono," kata Christian mengenang momen tersebut.

"Dari awal, di babak 64 besar kami menang tapi belum dilihat. Kemudian masuk babak 32 menang, terus ke 16 besar. Bahkan, itu pun masih belum dilihat orang," ujar dia.

Benar-benar baru setelah menjadi juara, Christian dan Ade menjadi sorotan. Bukan hanya sukses bagi Christian dan Ade, keberhasilan itu membuka jalan ganda putra Indonesia untuk bersaing di level dunia.

"Waktu itu, sebelumnya PBSI nggak banyak kirim pemain ganda ke All England. Bagi saya, (All England 1972 itu) menjadi sangat istimewa karena saya main di sana untuk kali pertama dan langsung juara. Juga menjadi pembuka untuk ganda putra dalam kejuaraan yang begitu bergengsi," ujar Christian yang kini berusia 68 tahun itu.

All England tahun berikutnya, Christian berhasil memertahankan gelar juara. Sejak itu, Indonesia terus menelorkan juara-juara All England di sektor ganda putra. Di antaranya, Tjun/Tjun bersama Johan Wahyudi, kemudian Rudy Heryanto/Hariamanto Kartono, juga berlanjut pada generasi Rudy Gunawan/Bambang Supriyanto dan Rexy Mainaky/Ricky Soebagdja dan berlanjut hingga Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Tak hanya di ganda putra, Christian merintis gelar juara All England. Dia juga babat alas pada nomor ganda campuran.

Christian menjadi juara sektor ganda campuran bersama Imelda Wiguna pada 1979. Lanjutan gelar juara ganda campuran itu tak semudah di sektor ganda putra. Indonesia sempat paceklik gelar selama 33 tahun. Adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang mengakhiri dahaga itu.

---
Bagi Anda yang ingin anak-anak menjadi bintang seperti mereka, segera ikuti audisi Umum Djarum Beasiswa ini. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di sini.


(fem/mfi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed