detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 16 Apr 2018 16:27 WIB

Ini Rencana untuk Fitriani yang Tak Diturunkan di Kejuaraan Asia

Mercy Raya - detikSport
Fitriani, tunggal putri Indonesia (Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara) Fitriani, tunggal putri Indonesia (Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara)
Jakarta - Tunggal putri Fitriani tidak diturunkan di Kejuaraan Asia 2018. Pelatih sudah punya rencana lain untuk atlet bertubuh mungil tersebut. Apa?

Menuju Piala Thomas dan Piala Uber bulan Mei mendatang, PBSI menurunkan beberapa atlet di Kejuaraan Asia yang akan berlangsung di Wuhan, China, 24-29 April. Tapi tidak termasuk Fitriani.


Pelatih Tunggal Putri Minarti Timur rupanya memiliki rencana lain untuknya. Pemain berperingkat 32 dunia itu akan diturunkan ke turnamen di Selandia Baru, yang berlangsung 1-6 Mei sebagai persiapan menuju Piala Uber.

"Memang waktu itu kami merencanakan berbeda untuk dia (Fitriani). Rencana kami (pelatih) setelah pulang dari All England dan Jerman, dia ke New Zealand," kata Minarti kepada detikSport, Senin (16/4/2018).

"Pertimbangannya karena waktunya mepet. Jadi lebih baik persiapan di pelatnas dulu dan lebih bagus juga buat si atletnya," ucapnya.


Mepetnya waktu juga kemungkinan Fitriani cs tak akan turun di Australia Terbuka nanti. "Masih dilihat seperti apa," tuturnya.

Di Piala Uber, nama Fitriani menjadi salah satu yang dipastikan masuk meski PBSI masih akan mengumumkan nama-namanya pada akhir April ini.

Hal itu tidak lepas dari fakta bahwa secara peringkat dan pengalaman, Fitriani lebih unggul ketimbang empat tunggal putri lain seperti Gregoria Mariska (37), Hanna Ramadini (41), Dinar Dyah (44), dan Ruselli Hartawan (57).

"Jika bicara kasarannya memang begitu. Tapi kami juga harus melihat persiapan mereka juga, seperti amit-amit bila ada yang cedera, kan harus melihat persiapannya juga," ujarnya.

"Piala Uber ini kejuaraan beregu jadi harus mengambil yang terbaik. Tunggal putri ada lima atlet artinya harus melepas satu, tapi mana nama terakhir yang akan dimasukkan tentu kami harus melihat hasil terakhir hasil pertandingan, perkembangan latihan, dan kesiapan atlet juga. Setelah itu, nama itu ditetapkan."

"Sebab, anak-anak ini hampir sama semua. Jadi harus melihat kebutuhan tim juga seperti apa," tutur Minarti.



(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed